AYOJAKARTA.COM - Ramadan adalah bulan penuh berkah yang sangat dinantikan kedatangannya oleh umat Muslim.
Tentunya segala hal akan dipersiapkan untuk menjalankan ibadah puasa dan amalan pelengkap lainnya.
Namun sebelum memulai puasa di esok hari, menjadi hal yang terpenting adalah pengucapan niat.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan bacaan niat puasa.
Buya Yahya menyampaikan ada dua perbedaan pada bacaan niat puasa Ramadan yang mana dua bacaan ini tetap sah dibaca.
"Nawaitu saumagadin 'an adai fardi syahri romadhoni hadzihissanati lillahita'ala," ungkap Buya Yahya.
"Atau Nawaitu saumagadin 'an adai fardi syahri romadhona hadzihissanata lillahita'ala," sambungnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Mario Dandy dan AG Dituntut Jaksa dengan Vonis Mati Atas Kasus Penganiayaan David
Akan tetapi, untuk bacaan niat yang lebih mudah bisa dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Cukup dengan mengucap di dalam hati saya niat puasa esok hari, itu saja sudah dianggap sah.
Terkadang, tidak sedikit orang yang lupa membaca niat saat hendak melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Melansir akun YouTube @buyayahyaofficial, Buya Yahya menyampaikan bahwa niat untuk puasa di bulan Ramadan bisa digabungkan.
Menggabungkan atau meringkas niat puasa Ramadan untuk satu bulan ini mengikuti madzhab Imam Malik.
Niatnya dibaca pada malam hari, boleh dipimpin oleh imam, bacaannya yakni sebagai berikut.
"Ya Allah aku niat puasa Ramadan sebulan penuh," ujar Buya Yahya.
Menggabung atau mendouble niat untuk satu bulan ini adalah salah satu antisipasi jika lupa membaca niat pada saat hendak berpuasa.
Jika tidak niat maka puasanya dianggap tidak sah, maka diperbolehkan niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh.***

Share this article
Buya Yahya menyampaikan ada dua perbedaan pada bacaan niat puasa Ramadan yang mana dua bacaan ini tetap sah dibaca.