AYOJAKARTA.COM – Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh ampunan Allah SWT.
Seluruh umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa Ramadan.
Seperti diketahui, beberapa hari lagi umat muslim akan menyambut bulan Ramadan.
Banyak sekali tradisi dalam menyambut Ramadan 2023.
Salah satunya, tradisi saling memaafkan sebelum menejalankan ibadah puasa Ramadan.
Lantas apakah tradisi meminta maaf menjelang Ramadan ada dalilnya?
Berikut penjelasan Ustaz Khalid Basalamah dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Brebes Mengaji pada Rabu, (15/3/2023).
Menurut pernyataan Ustaz Khalid Basalamah, tidak ada sunah Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan untuk saling memaafkan sebelum atau sesudah puasa Ramadan.
“Kalau dalam sunah Nabi itu tidak ada, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengkhususkan tentang itu,” kata Ustaz Khalid Basalamah.
“Jadi sebelum Ramadan tidak ada ibadah khusus, kecuali Nabi menyatakan perbanyak puasa di bulan Syaban,” lanjutnya.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah 3 Syarat Niat Agar Puasa Sah dan Berkah di Bulan Ramadan, Apa Saja?
“Itu saja yang umumnya ada, jadi kemurnian mengikuti sunah nabi ini penting sekali,” tuturnya.
Namun yang ada hanyalah ucapan para sahabat Nabi setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan secara penuh.
“Yang ada adalah para sahabat mengatakan taqabbalallahu minna wa minkum,” ungkap Ustaz Khalid Basalamah.
“Artinya: semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian,” sebut Ustaz Khalid Basalamah.
Meski tidak ada dalilnya, saling memaafkan itu tidak ada larangannya.
“Tentu saja orang-orang yang melakukan ini adalah perbuatan yang tidak disalahkan,” jelasnya.
Namun, jika ingin benar-benar mengikuti sunah Nabi, ibadah saling memaafkan itu tidak ada.
“Tetapi kalau mau murni betul-betul sesuai dengan sunah Nabi maka tidak ada ibadah itu,” pungkas Ustaz Khalid Basalamah.***