AYOJAKARTA.COM – Umat muslim pasti sangat tidak asing dengan salat tahajud yang termasuk dalam salat sunah muakad dikerjakan di sepertiga malam setelah terjaga dari tidur.
Seseorang biasanya akan memohon kepada Allah SWT agar apa yang diinginkan dapat dikabulkan, salah satunya dengan bangun di malam hari melakukan salat tahajud.
Terdapat amalan dahsyat yang bisa dikerjakan setelah salat tahajud agar dosa-dosanya dapat diampuni seketika dan doa yang dipanjatkan bisa terkabul. Apa saja amalan tersebut?
Ustaz Adi Hidayat atau biasa dipanggil UAH menjelaskan beberapa amalan yang dilakukan setelah salat tahajud.
“Rahasia dahsyat saat dikerjakan satu seketika dosa bisa diampuni, yang kedua ini rahasia terbesarnya doa bisa dikabulkan seketika,” kata Ustaz Adi Hidayat dikutip AyoJakarta.com melalui Kajian Islam Official, Kamis (9/3/2023).
Amalan ini menurutnya dilakukan langsung setelah salat tahajud pada waktu sebelum datangnya fajar dan harus mengerjakan amalan ini di waktu yang tepat.
UAH juga mengatakan bahwa amalan tersebut sudah dijamin di dalam Alquran dan hadis yang sahih, bahkan orang pertama yang melakukan amalan tersebut yakni 30 sahabat senior.
Baca Juga: Rekonstruksi Penganiayaan David oleh Mario Dandy Dalam 23 Adegan Ditunda! Apa Penyebabnya?
Amalan tersebut dicantumkan di dalam Quran Surah ke 51 ayat 18. Seseorang yang sering melakukan amalan ini selama hidup maka minimal ia akan masuk surga.
Menurut penceramah kondang ini jika mengerjakan amalan ini atas dasar tuntunan nabi maka orang tersebut akan naik ke tingkatan surga paling tinggi.
Akan tetapi UAH menuturkan bahwa amalan ini seharusnya dilakukan dengan cara yang benar dan diwaktu yang tepat agar bisa mendapatkan manfaatnya.
Yaitu agar dosa yang dimiliki diampuni oleh Allah SWT dan keinginan yang dipanjatkan dalam doa bisa dikabulkan.
“Dikerjakan di waktu yang benar dengan cara yang benar, maka akan dapatkan, satu semua dosa-dosa anda akan digugurkan pada saat itu jika benar kalimat dan amalan yang dikerjakan,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
“Doa anda ketika bermohon kepada Allah seketika akan dikabulkan, kalau benar apa yang anda mintakan dan anda butuhkan dalam doa itu,” imbuhnya.
Hal ini dikarenakan Allah akan mengabulkan apa yang dibutuhkan oleh seseorang bukan apa yang diinginkan.
Sehingga jika keinginan yang dipanjatkan dalam doa tersebut juga menjadi kebutuhan maka akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Namun menurutnya akan berbeda jika ada keinginan dipanjatkan melalui doa tetapi tidak bukan merupakan kebutuhannya saat itu, maka Allah akan ganti dengan cara terbaik.
Baca Juga: Jangan Asal! Berikut Tips Pilih Tanggal yang Tepat Ajukan Pinjaman KUR 2023 agar Cepat Cair
Ada waktu yang tepat untuk mengerjakan amalan ini yakni jeda menjelang fajar, antara 15 sampai 30 menit menjelang fajar.
“Jeda menjelang fajar, ada waktu singkat menjelang fajar kisaran 15 sampai kurang lebih 20 atau 30 menit, 15 sampai 30 menit. Nah waktu ini namanya disebut dengan saharun,” ujar UAH.
“Jadi waktu-waktu yang sangat istimewa, jarang orang nih memanfaatkan amalan ini,” imbuhnya.
Adapun amalan tersebut menurut Ustaz Adi Hidayat yaitu mengisi waktu singkat tersebut dengan membaca istigfar.
Ia juga mencontohkan jika waktu salat subuh pukul 04.18 maka seseorang bisa bangun sebelum itu yaitu bisa bangun pukul 3.40 untuk melaksanakan salat tahajud terlebih dahulu.
Baru kemudian melakukan amalan membaca istigfar sesudah salat tahajud memohon pengampunan kepada Allah SWT.
“Amalannya mereka banyak beristigfar di waktu ini, nggak ada banyak amalan cuma istigfar, ini amalan dahsyat, istigfar itu meminta ampun dari dosa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa membaca istigfar bisa dengan kalimat sederhana yang diulang-ulang terus yakni astagfirullahaladzim.
Namun jika ingin yang agak panjang bisa membaca astagfirullah aladzim aladzila illahaila hualhayul qoyum waatubu ilaikh.
Menurut penceramah kondang ini, meski hanya membaca istigfar namun bukan hanya di lisan saja, harus juga dengan merasakan apa yang dimohonkan.
Baca Juga: Direskrimum Tetapkan Penahanan Terhadap AG, Berikut Keterangan Saksi Kunci yang Memberatkan
Sehingga begitu seseorang membaca istigfar maka harus bisa meresapi apa dosa yang disesali selama ini sehingga meminta ampun kepada Allah SWT.
Bahkan seseorang harus bisa merasakan dosa yang selama ini telah diperbuat hingga perasaannya hanyut dan bisa sampai meneteskan air mata atau menangis.
“Minta ampun, rasakan sehingga kenikmatan istigfar itu melekat kesungguhan bagian tubuh kita di ujung kepala sampai ujung kaki,” ujar UAH.
“Kalau seperti itu air mata tuh masya Allah mudah banget keluar,” imbuhnya.
Menurutnya begitu keluar air mata itu mengalir, maka Allah SWT maka turunlah ampunan Allah.***