AYOJAKARTA.COM – Momen ketika hujan merupakan salah satu dari segala kebaikan yang bersumber dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan satu bentuk amalan untuk umatnya ketika berada dalam suasana hujan.
Amalan saat hujan tersebut adalah sebuah doa singkat namun memiliki makna yang begitu padat.
Baca Juga: Kisah Pendeta Majusi Masuk Surga, Mbah Moen: Jangan Bangga Dulu atas Amalan yang Telah Diperbuat!
Amalan doa sebagaimana telah diajarkan Baginda Rasulullah SAW adalah membaca lafadz Allahumma Shoyyiban Nafi'an.
Jika diterjemahkan, doa tersebut memiliki arti Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.
Makna luas sebagaimana telah disebut sebelumnya, salah satunya adalah berasal dari lafadz doa yang berbunyi Allahumma.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, kata Allahuma adalah sebuah kata yang memiliki nilai ketawadhuan seorang hamba.
Baca Juga: Mau Beli Rumah, Ada bjb KPR Membumi dengan Suku Bunga Kompetitif dan DP Nol Persen
“Saya sering sampaikan, bahwa kalimat Allahumma bukan sekedar permohonan, tapi kalimat yang menghadirkan satu bentuk ketawadhuan,” ujar Ustaz kepada jamaah.
Lebih lanjut, Ustaz Adi menjelaskan bahwa salah satu fitrah dasar manusia adalah mengembalikan segalanya kepada Allah SWT.
“Kalimat Ya Allah itu fitrah bagi manusia, yang ingin mengembalikan persoalan diluar kuasanya,”imbuhnya.
Sikap cenderung kembali kepada Allah SWT sesungguhnya fitrah yang ada dalam diri setiap manusia, Ustaz Adi Hidayat menambahkan.
Dalam sebuah permohonan doa, dimana terdapat harapan, kesungguhan dan kesadaran akan kelemahan diri, maka digunakanlah kata Allahuma.
Shoyyiban, menurut Ustaz Adi Hidayat adalah segala sesuatu yang menimpa seseorang secara terus-menerus.
“Kenapa hujan disebut Shoyyiban? Karena jarang ada hujan yang turun berjeda, umumnya terus menerus,” terang Ustaz.
Baca Juga: Waduh! Seorang Pencopet Wanita Tertangkap di Masjid Al Jabbar, Tingkahnya Bikin Geleng-geleng Kepala
Karena itu, hendaknya setiap hujan turun perlu berdoa agar setiap tetes hujan yang turun membawa kebaikan.
“Semua yang datang dari Allah SWT adalah kebaikan untuk mahluk-Nya, cuma cara melihat yang kemudian dianggap menyenangkan atau tidak menyenangkan,” jelas Ustaz.
Contohnya adalah suasana ketika turun hujan, yang terkadang dinilai tidak membuat senang, tapi bisa juga menjadi penyebab timbulnya rasa syukur karena senang.
Baca Juga: Intip! Urbanite Edition Honda Brio RS Terbaru, Tampil Lebih Sporty dengan Varian Warna Menggoda Mata
“Hujan turun, di sini bersyukur, di tempat lain justru punya pandangan lain,” jelas Ustaz kepada jamaah.
Nafi’an yang berarti kebaikan atau kemanfaatan adalah bentuk sudut pandang seorang hamba yang meyakini datangnya hujan sebagai kebaikan.
“Doa ini mengajarkan kita untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, dalam setiap situasi,” tambah Ustaz Adi.
Sebab segala sesuatu yang datang dari Allah SWT adalah manfaat yang berisi kebaikan, jika keluar dari hal tersebut, manusia perlu mengevaluasi diri.
Baca Juga: Beri Komentar Menohok! Hotman Paris Geram Dengar Kasus Anak Dirjen Pajak: Dia Ditahan di Mana?
Demikian makna doa dikala datang hujan yang dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Taman Firdaus pada Selasa, 28 Februari 2023. ***