AYOJAKARTA.COM –- Berikut adalah penjelasan Gus Baha mengenai wudhu dapat menghapus dosa.
Gus Baha adalah seorang ulama yang pernah berguru dengan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Pemilik nama lengkap Ahmad Bahauddin Nuraslim ini kerap membagikan nasihat-nasihatnya.
Baca Juga: Allah Bisa MURKA! Gus Baha Ingatkan Laki-laki Pantang Lakukan Hal Keji Ini Kepada Perempuan
Pada salah satu ceramahnya, Gus Baha membahas mengenai wudhu dapat menghapus dosa.
Wudhu adalah salah satu cara menyucikan diri yang biasanya dilakukan sebelum melaksanakan salat dengan membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki.
Diketahui, apabila dilakukan dengan baik maka wudhu bisa menjadi penghapus dosa? Benarkah hal tersebut?
Gus Baha: wudhu dapat menghapus dosa
Dalam ceramahnya, Gus Baha mengatakan bahwa wudhu dapat menghapus dosa.
“Kamu kalau jalan-jalan di pasar, di mana saja, kadang melihat wanita cantik, kadang lihat harta orang lain, kadang merasa tamak, dan macam-macam. Berwudhulah, karena wudhu itu bisa menghapus dosa,” kata Gus Baha dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Pati Unus pada Rabu (15/2/2023).
Saat membawakan ceramahnya, Gus Baha menceritakan kisah tentang Abu Hanifah.
Gus Baha menerangkan bahwa pada zaman dahulu ada sebuah kolam yang terletak di dekat masjid.
“Abu Hanifah itu pernah kasyaf, karena beliau begitu dekat dengan Allah karena ilmu. Nabi kan sering bersabda, wudhu itu menjatuhkan (menghapus) dosa,” ceritanya.
“Suatu saat Abu Hanifah jalan-jalan di Madzharati Kuffah, jadi ada kolam di dekat masjid, seperti di Kajen, dulu itu tiap masjid kan ada kolam,” sambungnya.
Gus Baha menyampaikan bahwa pada saat itu, ada orang yang dosanya jatuh.
Hal itu terjadi saat pemuda tersebut tengah mensucikan diri dengan berwudhu.
“Pertama ada pemuda wudhu, (dosanya) jatuh di situ, kamu jangan suka membentak orang tuamu. Kok tahu dosa saya? Karena jatuhnya beliau tahu, misalnya dalam bentuk tikus, kira-kira begitu bentuknya,” ucapnya.
“Lalu ada orang tua jelek, Abu Hanifah marah, sudah tua kerjanya zina. Lalu beliau ditanya, anda kok tahu bedanya? Kalau zina itu babi, pokoknya beliau tahu bedanya,” tutupnya.***(Nisrina Harum Lestari)