AYOJAKARTA.COM – Jelang Ramadan 1444 H yang semakin dekat dan akan jatuh pada pada minggu ketiga Bulan Maret 2023, umat Muslim akan memasuki Bulan Syaban, satu bulan sebelum Ramadan.
Dikutip oleh suara.com oleh AyoJakarta.com pada 8 Februari 2023, sebelum Bulan Ramadan umat muslim akan melewati Bulan Syaban yang terkenal dengan malam Nisfu Syaban.
Malam Nisfu Syaban adalah penuh sejarah karena merupakan malam di mana arah kiblat berubah dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram di Mekkah.
Bahkan malam ini tercatat pada beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu Hadits Riwayat at Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu 'Adi dari Utsman bin Abi al-'Ash.
"Rasulullah bersabda: Sesungguhnya (rahmat) Allah lmendekat kepada hambanya (di malam Nisfu Syaban), maka mengampuni orang yang meminta ampunan, kecuali pelacur dan penarik pajak."
Nisfu sendiri adalah Bahasa Arab yang memiliki arti pertengahan, maka malam Nifsu Syaban adalah malam ke 15 di Bulan Syaban, yang mana apabila dalam pengertian luas, Nisfu Syaban artinya malam dibukanya 300 pintu rahmat serta ampunan oleh Allah SWT untuk umat-Nya yang beriman.
Kapan Malam Nisfu Syaban 2023?
Malam Nisfu Syaban pada 2023 akan jatuh pada Senin, 6 Maret 2023 malam, atau malam Selasa, 7 Maret 2023. Hal ini dikarenakan pergantian tanggal hijriah terjadi pada saat sore menuju senja, karena menggunakan penanggalan bulan.
Malam Nisfu Syaban akan terjadi pada 15 Syaban 1444 atau 6 Maret 2023.
Sementara itu, apa saja amalan yang bisa dilakukan saat malam Nisfu syaban. Tidak ada amalan khusus selain doa, karena Nisfu Syaban lebih cenderung bernilai sejarah daripada kemuliaannya, sementara banyak hadits atau dalil dhaif (bersifat lemah) sehingga tidak bisa diamalkan.
Amalan yang bisa dilakukan adalah berdoa dan salat sesuai dengan kebiasaan, karena malam Nisfu syaban lebih kepada sejarah dan pahala. Tidak ada amalan khusus.
Berikut doa malam Nisfu Syaban:
Allahumma yaa dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in‘am, laa ilaha illa anta zhahral lajin wa jâral mustajirin wa ma’manal khaifiin.
Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fi ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmanii waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa‘idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.
Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fii kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu maa yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallamaa, walhamdu lillahi rabbil ‘alamiin.
Doa tersebut memiliki arti sebagaimana berikut. “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, yang engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala kenikmatan. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang dari rasa takut.
Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu atau pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan segala kesempitan rezekiku.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar ada di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki.
Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada baginda Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT dengan segala kemuliaaan-Nya.”***
Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul "Nisfu Syaban Artinya Malam Penuh Ampunan, Ini Amalan dan Doa Khusus yang Dapat Dibaca"