AYOJAKARTA.COM - KH Maimoen Zubair atau yang akrab dipanggil dengan Mbah Moen dikenal sebagai seorang kyai kharismatik dari Indonesia.
Mbah Moen lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 di Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Semasa hidupnya, Mbah Moen mengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Kyai kharismatik yang merupakan putra dari pasangan Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah seringkali memberikan wejangan tentang kehidupan umat manusia.
Kehidupan manusia penuh liku, yang kerap menjadikannya frustasi, salah jalan bahkan jauh dari Allah SWT, untuk itu perlu bagi kita menyimak, menjalankan, berpegang pada nasehat para ulama, salah satunya beliau Mbah Moen.
Apalagi, kehidupan di zaman sekarang perekonomian kerap menjadi masalah bagi keluarga.
Tak jarang suatu keluarga harus menghadapi kenyataan bahwa harga-harga semakin naik, sementara lapangan kerja semakin sedikit.
Kebutuhan akan uang tetap berjalan, biaya hidup, pendidikan, bahkan tambahan seperti biaya pulsa menjadi hal yang penting di era sekarang yang serba digital.
Bahkan untuk pendidikan dasar pun memerlukan yang namanya internet dalam pembelajarannya, tentunya hal ini semakin menambah beban biaya hidup.
Dikutip dari video short kanal YouTube @hudasabily, Mbah Moen menyampaikan bahwa agar rezeki rumah tangga mengalir deras kepada suami istri, bacalah salah satu surat yang ada dalam Al Qur'an.
Minimal surat tersebut dibaca sekali setiap hendak masuk rumah.
"Mbesok nek wis omah-omah aja lali, angger mlebu omah moco Qulhu ping pisan (Besok kalau sudah berumah tangga, jangan lupa membaca surat Al Ikhlas satu kali)," ujar Mbah Moen.
"Dan jika tidak ada orang didalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacakan Qul huwallahu ahad," demikian nasehat Mbah Moen.
Surat al-Ikhlas mengajarkan tauhid rububiyah dan asma wa shifat, artinya apa saja yang harus kita yakini tentang Allah.
Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan Nya, kekuasaan Nya dan pengaturan Nya.
Keyakinan bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah, tidak beranak dan tidak ada orang tua, dan tidak ada yang serupa dengan Allah
Sebagaimana sabda Nabi SAW tentang kefakiran yang tercantum dalam hadis riwayat Muslim .
"Dari Sahl bin Sa'd, seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan mengadu kepadanya perihal kefakiran,"dikutip Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Tafsir Marah Labid atau Tafsir Al Munir
Rasulullah bersabda "Bila engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam bila di dalamnya ada seseorang. Bila tidak ada seorang di dalamnya, maka bersalamlah untuk dirimu dan bacalah surat 'Qul huwallahu ahad sekali."
Lelaki itu mengamalkannya. Allah melimpahkan kepadanya rezeki hingga meluber kepada para tetangganya.
Selain mendatangkan rezeki surat Al Ikhlas juga memiliki keutamaan-keutamaan:
Keutamaan Pertama: Surat Al Ikhlas Setara dengan Tsulutsul Qur’an atau sepertiga Al Qur’an
Dari Abu Sa'id (Al Khudri) ada laki-laki mendengar seseorang membaca ’Qul huwallahu ahad’dengan berulang-ulang. Tatkala pagi hari, kemudian laki-laki tersebut mendatangi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian yang telah dialami dengan nada seakan-akan merendahkan surat al Ikhlas. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
”Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al Qur’an.” demikian isi hadis riwayat Bukhari.
Keutamaan Kedua: dengan membaca surat Al Ikhlas akan mendapatkan kecintaan Allah SWT
Disebutkan kisah seorang laki-laki yang diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu sariyyah.
Dan tatkala laki-laki tersebut menjadi imam shalat bagi para sahabatnya selalu mengakhiri bacaan suratnya dengan “QUL HUWALLAHU AHAD.”
Maka ketika mereka pulang dari tugas, di sampaikanlah hal tersebut kepada Rasulullah SAW.
Saat laki-laki tersebut ditanya sebab apa dia selalu mengakhiri bacaan suratnya dengan “QUL HUWALLAHU AHAD."
Maka dia pun menjawab: “Karena didalamnya terdapat sifat Ar Rahman, dan aku senang untuk selalu membacanya.”
Mendengar itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
“Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Ta’ala juga mencintainya.” (HR. Bukhari no. 7375 dan Muslim no. 813).
Melihat keutamaan-keutamaan surat Al Ikhlas tersebut, sudah seharusnya umat Islam mengamalkannya. Baik mereka yang sudah maupun belum berumah tangga.
Wajib bagi umat manusia berikhtiar dalam mencari rezeki, namun ingatlah kepada Yang Memberi Rezeki yaitu Allah SWT.
Dengan mengamalkan apa yang dinasehatkan Mbah Moen semoga mendatangkan kecintaan Allah SWT dan dilapangkan rezeki kita.***