Khazanah

PP Muhammadiyah: Awal Puasa 1 Ramadhan Jatuh 23 Maret 2023 Bisa Bareng Pemerintah Tapi Lebaran Mungkin Beda

Oleh: Admin Selasa 07 Feb 2023, 09:38 WIB
PP Muhammadiyah: Awal Puasa 1 Ramadhan Jatuh 23 Maret 2023 Bisa Bareng Pemerintah Tapi Lebaran Mungkin Beda

AYOJAKARTA.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1444 Hijriyah bertepatan dengan Kamis tanggal 23 Maret 2023.

Keputusan PP Muhammadiyah yang disampaikan kemarin, Senin 6 Februari 2023, juga menyatakan bahwa Lebaran atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat 21 April 2023 dan 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada Senin 19 Juni 2023.

Pengumuman awal puasa atau 1 Ramadhan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, Zulhijjah 1444 H di kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Ditiro, No. 23, Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Gempa Turki kata Dokter Tifa Bukan Bencana Alam, Tetapi Mungkin Bagian Dari Perang Dunia III, Percaya?

Baca Juga: Kapan Ramadan 2023 Dimulai? Simak Hasil Ketetapan Awal Puasa dan Persiapan Menyambut Ramadan

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Syamsul Anwar, dan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Fathurrohman, serta Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti.

Penetapan 1 Ramadan atau awal puasa 2023 ini, menurut Syamsul Anwar, berpotensi bertepatan atau berbarengan dengan keputusan Pemerintah.

Meski begitu, tambahnya, awal Syawal dan Zulhijjah ada potensi berbeda dengan Pemerintah karena Muhammadiyah memakai hisab hakiki wujudl hilal, sementara pemerintah berpedoman pada kriteria MABIMS.

“Potensi perbedaan ada pada awal Syawal dan Zulhijah hal ini karena menurut kriteria MABIMS bulan bisa dilihat pada tinggi bulan sekurang-kurangnya 3 derajat dan elongasinya 6,4 derajat,” kata Syamsul Anwar seperti dilansir laman Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan supaya jika terjadi perbedaan jangan dijadikan sebagai sumber perpecahan, karena umat Islam di Indonesia memiliki pengalaman dalam perbedaan.

Baca Juga: Kumpulan Pernyataan Mahfud MD Soal Vonis Ferdy Sambo, Richard Eliezer dan Hakim Sidang Pembunuhan Yosua

Baca Juga: Mahfud MD Feeling Vonis Hakim untuk Richard Eliezer Bakal Ringan: Bharada E, Tunggu 15 Februari Ya

Perbedaan di tubuh umat Islam bukan suatu yang baru, oleh karena itu itu Haedar mendorong dari perbedaan itu lahir sikap saling menghargai, menghormati dan toleransi atau tasamuh, serta menimbulkan pernghargaan dan kearifan atas perbedaan.

“Jangan juga dijadikan sumber yang membuat kita Umat Islam dan warga bangsa lalu retak, karena ini menyangkut ijtihad yang menjadi bagian denyut nad perjuangan perjalanan sejarah Umat Islam yang satu sama lain saling paham, menghormati dan saling menghargai,” kata Haedar Nashir.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin