AYOJAKARTA.COM – Puasa Ramadan merupakan salah kewajiban umat Islam yang tertuang dalam Al-Qur'an, hadits, dan juga termasuk kedalam salah satu rukun islam.
Sayangnya, tidak semua kaum muslim mampu menjalani puasa Ramadan hingga sebulan penuh, maka wajib hukumnya untuk membayar hutang puasa Ramadan.
Maka dari itu, mereka wajib membayar hutang puasa Ramadan mereka. Tetapi kapan batas pembayaran dalam Puasa Ramadan?
Baca Juga: 10 Menu Penganan Khas Ramadan untuk Buka Puasa dari Berbagai Negara Muslim, Adakah Favoritmu?
Penceramah Ustad Abdul Somad menjawab pertanyaan berapa batas waktu membayar hutang puasa Ramadan.
"Kapan batas akhir membayar shoum?" tanya jamaah ceramah pada video melalui kertas, dikutip dari kanal resmi UAS.
Diketahui, shoum adalah bahasa Arab dari kata puasa. Melalui pertanyaan tersebut, UAS, sapaan akrab Ustad Abdul Somad menjelaskan, "Mulai selesai Ramadan tahun sebelumnya, hingga 29 hari sebelum Ramadan."
Baca Juga: Road to Ramadan 2023: 10 Istilah di Bulan Puasa dalam Bahasa Inggris!
UAS menjelaskan, puasa dapat diganti atau diqadha sejak selesai Ramadan atau tanggal 2 Syawal 1443 hingga 29 hari sebelum 1 Sya'ban 1444.
Secara hitungan masehi kapan terakhir membayar hutang puasa 2023? Hutang puasa terakhir dapat dibayarkan pada Selasa, 21 Februari 2023, apabila berpedoman dengan 1 Ramadan pada 2023 sama dengan hisab dari Muhammadiyah yaitu 23 Maret 2023.
Ustad Abdul Somad menambahkan bahwa apabila 1 Sya'ban jatuh pada hari Senin, maka akan dapat triple pahala.
"Pahala puasa Senin Kamis, pahala automatically tambah 3, pahala puasa sunah Senin dapat, pahala puasa sunah Sya'ban dapat, dan pahala qadha puasa dapat," terang UAS.
Baca Juga: Tok! Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1444 H Jatuh Pada..
Sayangnya, 1 Sya'ban 1444 hijriah bertepatan pada hari Selasa, yang mana masih bisa mendapatkan double pahala.
Siapa saja yang membayar puasa? Allah SWT berfirman melalui Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 184.
"(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 184).
Baca Juga: Inilah 5 Kemuliaan Bulan Suci Ramadan yang Sangat Dirindukan Seluruh Umat Islam
Puasa Qadha adalah puasa yang dilaksanakan untuk membayar hutang puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadan. Puasa yang diganti, sesuai dengan jumlah hari dimana seseorang tersebut tidak berpuasa selama Bulan Ramadan.
Puasa Qadha dilakukan oleh mereka yang memiliki hutang puasa karena haid/nifas, orang sakit parah tetapi memiliki kemungkinan besar sembuh, atau musafir atau orang yang dalam masa bepergian jauh, dapat membayar hutang puasa dengan puasa Qadha.***