AYOJAKARTA.COM - Meninggal dalam keadaan husnulkhatimah merupakan keinginan setiap umat muslim.
Tidak ada umat muslim di dunia ini yang tidak ingin meninggal dunia dalam keadaan yang baik atau husnulkhatimah.
Faktanya, walaupun kita sudah rajin salat dan berbuat baik kepada sesama itu tidak menjamin kita meninggal dalam keadaan husnulkhatimah.
Husnulkhatimah memiliki arti berakhir dalam kondisi yang baik dan insya allah diridai Allah SWT.
Ada kisah seseorang yang jarang sekali salat namun ia selalu berbuat baik kepada semua orang.
Kemudian, ia meninggal dalam perjalanan umrah ke Tanah Suci.
Lalu bagaimana akhir dari hidupnya?
Apakah ia meninggal dalam keadaan husnulkhatimah?
Buya Yahya menjelaskan kisah tersebut dalam tausiyahnya.
"Bisa saja selama ini orang yang tak pernah salat, bahkan juga mabuk, judi, tiba-tiba pengen umrah, lalu mati di sana dan diampuni oleh Allah,” dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV, Jumat (3/2/2023).
Hal itu bisa saja terjadi karena mungkin orang tersebut sudah bertaubat dalam perjalanan, menyesali perbuatannya dan taubatnya diterima oleh Allah SWT.
Lalu saat itu ia dipanggil oleh Allah SWT, ia meninggal dalam keadaan husnulkhatimah.
“Kok bisa begitu? Itu namanya husnulkhatimah. Bisa jadi itu saat taubatnya dan dia menyesal. Kalau seandainya dia hidup mungkin akan berubah, cuma dimatikan oleh Allah,” ujar Buya Yahya.
Sebaliknya, orang yang rajin salat dan selalu berbuat baik pada orang lain, lalu meninggal dalam keadaan yang tidak baik, itu disebut dengan suulkhatimah.
“Begitu sebaliknya ada orang rajin salat, pada orang lain baik. Tak tahunya lagi mabuk mati. Ada namanya suulkhatimah,” lanjut Buya Yahya.
Baca Juga: Nasihat Buya Yahya Untuk Mengobati Luka Batin Ternyata Mudah Dipahami!
Buya Yahya menegaskan bahwa kisah itu jarang terjadi pada seseorang.
Namun, bisa terjadi karena seseorang salat bukan karena Allah semata atau bisa jadi barang-barang yang dikenakannya adalah haram.
“Kalau ahli aqidah mengatakan kenapa kok orang ahli salat kok suulkhatimah? Balik ke belakang, bisa saja salatnya bukan karena Allah, mungkin bajunya haram dan segala macam yang penting khatimahnya ini lho,” sambung Buya Yahya.
Buya Yahya menambahkan yang terpenting di akhir hayatnya adalah husnulkhatimah atau akhir yang baik.
Baca Juga: Bismillah, Buya Yahya Beri 2 Kiat agar Punya Anak Sholeh dan Sholehah!
Meskipun seseorang adalah pemabuk, penjudi, perampok jika ujungnya seseorang tersebut baik, maka ia meninggal dalam keadaan husnulkhatimah.
“Kalau khatimah anda benar, istimewa sudah. Biarpun dia pemabuk, penjudi, tapi kalau husnulkhatimahnya baik, maka dia adalah orang baik,” pungkas Buya Yahya.
Kita harus memahami hal ini karena tidak ada yang bisa memastikan kapan kita akan dipanggil oleh sang pencipta.
Jadi kita harus memiliki rasa takut untuk melakukan kemaksiatan dan terus menebar kebaikan.***