AYOJAKARTA.COM- Dalam perjalanan hidup pastinya setiap orang pernah mengalami perasaan sedih, kecewa serta cemas akan sesuatu. Sehingga, hal tersebut dapat menimbulkan luka batin. Meskipun tak terlihat secara kasat mata, luka batin yang tidak ditangani dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.
Dalam hal ini, manusia merupakan makhluk dua dimensi, lahir sekaligus batin. Oleh karena itu, ada dua macam penyakit yang biasa hadir pada diri manusia adalah penyakit lahir dan penyakit batin.
Mengutip Al-Bahjah TV, ada seorang jamaah menanyakan langsung terkait penyakit dhohir (lahir) dan batin.
"Penyakit dhohir bisa jadi akan cuma dampak dunia saja, sedangkan penyakit hati akan berdampak pada dunia akhirat. Gimana caranya agar kita bisa mendeteksi dalam diri kita ada penyakit hati, dan bagaimana cara kita menangani penyakit hati tersebut. Yang notabene akan berdampak membahayakan dunia dan akhirat. Sedangkan menangani penyakit dhohir sangat luar biasa, sakit sedikit buru-buru ke dokter. Padahal penyakit ini hanya berdampak pada dunia saja, " tanya jemaah yang tidak diketahui namanya itu seperti dikutip dalam youtube Al-Bahjah TV, Rabu (1/2/2023).
Kemudian, menjawab pertanyaan tersebut, Buya Yahya menegaskan bahwa penyakit batin itu berbeda dengan penyakit dhohir.
Baca Juga: Waspada Dampak Serangan El Nino Diprediksi Sebabkan Beberapa Bencana
Menurutnya penyakit dhohir itu akan diketahui oleh orang lain kalau kita sakit, sedang penyakit batin itu hanya diri kita sendiri yang tahu kalau kita sakit.
Pasalnya penyakit batin ini hanya bisa dilihat melalui tanda-tanda tentang kamu dengki padahal tidak.
Orang yang kelihatannya pembenci, dendam pun bisa jadi tidak seperti itu, karena sikapnya memang seperti itu. Dan kenyataan orang tersebut selalu berbagi sedekah tanpa kita ketahui.
Untuk penyakit dhohir itu memang bisa dilihat secara langsung oleh dokter namun untuk penyakit batin itu tidak ada satupun yang tahu karena penyakit tersebut berasal dari dalam diri dan tidak ada satupun dokter yang bisa mengobati penyakit batin tersebut seperti iri dan dengki.
Baca Juga: Langkah Awal! Deklarasi PKS, Anies Baswedan Resmi Kantongi Tiket Maju Capres 2024
"Sehingga dikatakan bahwa ilmu membersihkan hati, menjaga hati itu ilmu fardhu ain di atas fardhu ain. Bukan hanya sekedar fardhu ain, sholat kita saja tidak diterima kecuali dengan ketulusan yang khusyuk, "kata Buya.
Ia juga mengungkapkan bahwa apa yang kita kerjakan tersebut bisa sia-sia jika memiliki penyakit batin.
Sementara itu silsilah panjang untuk menghilangkan dendam, cinta kasih dunia, iri ,dengki dan seterusnya perlu kita perbaiki dalam jangka yang panjang.
Buya juga mengatakan kalau ada yang membicarakan penyakit hati, bahaya dan solusinya ada satu hal yang perlu diingat bahwa kunci jangan pernah sekali-kali melihat orang yang dituju sebagai orang yang dideteksi. Tapi jadikan dirimu sebagai objek dari apa yang kamu deteksi tersebut.
Baca Juga: Slentingan Mahfud MD dengan Sesama Menteri Terbongkar: Mau Minta Keadilan? Minta.. Minta.. Belii!
Salah satu contohnya ketika ada yang mengatakan sombong maka jadikan diri kamu sendiri sebagai orang sombong yang bisa dijadikan kunci utama untuk bisa introspeksi diri agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Selanjutnya jangan pernah mengatakan bahwa hati kita paling bersih karena hal tersebut merupakan penyakit hati yang tanpa kita sadari.

Share this article
Buya Yahya menegaskan bahwa penyakit batin itu berbeda dengan penyakit dhohir. Simak nasihat Buya Yahya untuk yang sedang sakit batinnya