Khazanah

Sering Bicara Keburukan Orang Lain? Buya Yahya Beberkan 2 Amalan Penghapus Dosa Gibah Ajaran Nabi Muhammad SAW

Oleh: Sulistiyaningsih Jumat 03 Feb 2023, 17:13 WIB
Sering Bicara Keburukan Orang Lain? Buya Yahya Beberkan 2 Amalan Penghapus Dosa Gibah Ajaran Nabi Muhammad SAW

AYOJAKARTA.COM - Gibah adalah perbuatan membicarakan keburukan orang lain atau aib dan harus dihindari oleh umat Islam.

Hal ini dikarenakan gibah merupakan salah satu perbuatan dosa yang dibenci oleh Allah SWT.

Lantas bagaimana cara agar diampuni dosanya oleh Allah karena telah membicarakan keburukan orang lain?

Buya Yahya membeberkan amalan penghapus dosa gibah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Amalan apa saja yang bisa menghapus atau mengurangi dosa akibat menggibahi orang baik itu disadari maupun tidak disadari kita sedang menggibahi orang tersebut?” tanya salah satu jemaah dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Al-Bahjah TV, Jumat (3/2/2023). 

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ungkap Dahsyatnya Kekuatan Doa Ibu Lewat Kisah Nabi Musa AS, Simak di Sini Selengkapnya!

Buya Yahya menuturkan bahwa menggunjing itu ada acara tobatnya.

Kalau urusan dengan manusia ada kaidahnya.

“Begini kalau anda dosa sama orang agar diampuni Allah, anda minta maaf kepadanya kan gitu. Wah ini rumus kadang membingungkan,” tuturnya.

Jika kita menggunjingkan orang dengan fatwa ini maka taubatnya harus minta maaf dengan orang yang digunjing olehnya, maka bisa jadi aka nada masalah jika orang yang digunjingnya tidak terima.

Baca Juga: Inilah 4 Amalan Istimewa di Hari Jumat dalam Islam, Syekh Ali Jaber: Ada Waktu Mustajab untuk Berdoa!

Maka dari itu, Buya Yahya mengatakan bahwa ada ilmu mohon diampuni dosa akibat menggunjing yang diajarkan nabi adalah dengan cara beristigfar.

“Cara yang diajarkan nabi adalah beristigfarlah engkau untukmu dan untuknya. Ya Allah ampunilah aku dan ampuni dia yang telah aku gunjingi,” ujarnya.

“Yang kedua sebutlah kebaikannya di tempat engkau dulu pernah menyebut kejelekannya, itu ilmunya,” imbuhnya.

Buya Yahya mengibaratkan jika ada seseorang mencuri uang orang lain kemudian bertaubat, jika dia tau maka harus bilang, tapi kalau tidak tahu kapan mencurinya bisa transfer saja, yang penting dikembalikan.

Baca Juga: Nasihat Buya Yahya Untuk Mengobati Luka Batin Ternyata Mudah Dipahami!

Penceramah satu ini juga mengungkapkan bahwa taubat itu indah, caranya indah maka tidak usah ragu.

“Dia punya tato biarkan dengan tatonya, tapi dia cerdas rajin mau ngaji jadi nggak apa-apa,” tutur Buya Yahya.

“Preman taubat tiba-tiba jadi ustaz, waktu begini kelihatan tatonya, ada masalah. Preman jadi ustaz jauh lebih bagus, sekarang banyak nyantri lama-lama nggak mau jadi ustaz”, imbuhnya.

Sehingga menurutnya taubat itu gampang dan indah.

Jika ada seseorang yang bertaubat tetapi dipersulit, maka berdosalah orang yang mempersulit orang untuk bertaubat tersebut.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Fathul Amanah