Khazanah

Nasehat Ustadz Abdul Somad: Agar Lulus Ujian dari Allah SWT, Waspadalah terhadap Hal yang Tampak Indah Ini

Oleh: Devi Kusumaningsih Jumat 27 Jan 2023, 08:53 WIB
Nasehat Ustadz Abdul Shomad: Agar Lulus Ujian dari Allah SWT, Waspadalah terhadap Hal yang Tampak Indah Ini

AYOJAKARTA.COM - Ujian, penderitaan, kesenangan, kemewahan merupakan bagian dari kehidupan manusia.

Ujian maupun kemewahan dunia sifatnya hanyalah sementara sekaligus jalan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Manusia seringkali putus asa dengan ujian yang berat ataupun terlena dengan banyak kenikmatan hidupnya.

Baca Juga: Apakah Kredit Rumah dengan Sistem KPR Itu Riba? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Menurut Islam

Semakin besar ujian yang Allah SWT. berikan, maka semakin besar pula pahala yang dijanjikan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW. bersabda:

"Sesungguhnya besar pahala sesuai dengan besarnya ujian. Apabila Allah SWT telah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang menerimanya, maka akan mendapatkan ridho-Nya. Apabila marah-marah, maka akan mendapat murka-Nya." (HR. Tirmidzi).

Dikutip Ayojakarta.com dari akun Youtube Ciknang Multimedia, Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan:

"Allah akan menguji dengan kemiskinan, keluarga, kesehatan, dan diberikannya rasa sakit, kemudian Allah akan menghilangkannya, sampai dia berjalan di atas muka bumi dengan tidak ada dosa, bersih sebersih-bersihnya," jelas Ustadz Abdul Somad.

Baca Juga: Mau Dagangan Laris Manis? Ustadz Abdul Somad: Lakukan Amalan Ini Setiap Pagi Sebelum Buka Toko

Allah menguji manusia untuk menaikan derajatnya, menghilangkan dosanya, serta membuatnya sabar, dan ketika dia telah bersabar Allah memberikannya balasan yang tidak dapat dihitung oleh manusia.

"Namun manusia seringkali berpikir terbalik, memandang inilah orang yang terlaknat karena sering sakit, banyak kesulitan-kesulitan, kesusahan dalam hidupnya,"kata Ustadz Abdul Somad.

"Sebenarnya orang yang terlaknat adalah orang yang ketika diberikan nikmat, mereka menganggap menyangka itu nikmat padahal itu hanyalah azab Allah yang tertunda,"lanjutnya.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Qurán surat Al An'am ayat 44.

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) bagi mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.”

Kenikmatan yang ada dalam diri mereka sebenarnya merupakan istidraj atau azab yang berupa kenikmatan, tanpa mereka sadari, mereka sedang dipermainkan Allah SWT.

"Allah SWT mengulur orang-orang yang zalim, aniaya,"kata Ustadz Abdul Somad

Manusia bisa diberi berbagai nikmat keluarga yang sempurna, harta yang melimpah, umur yang panjang, tubuh yang sehat kuat, namun itu justru dapat menjauhkan dia dari Allh SWT.

"Jangan sampai kita salah pandang, karena salah berpikir, maka kita akan salah melihat, salah berbicara sehingga kita berprasangka buruk pada Alloh SWT,"pesan UAS.

"Di mana keadilan Allah, mengapa orang yang tidak berbuat pahala, tidak pernah bersedekah, tidak pernah sholat, justru badannya sehat, umurnya panjang , rezekinya melimpah, dimana keadilan Allah?" lanjut Ustad Abdul Shomad.

Sesungguhnya Allah SWT sedang berbuat seadil-adilnya. Adapun orang yang berbuat salah, dan sedangkan dirinya mengetahui bahwa perbuatannya salah, namun tetap melakukan perbuatan tersebut, merekalah yang disebut fasik. Mereka inilah orang orang yang lalai, terlena dengan kehidupan dunia.

"Sehingga ketika Allah menjatuhkannya ke neraka jahanam nanti, maka tiddak ada lagi yang tersisa dari dirinya kecuali hanya layak menerima azab Allah SWT,"tutur Ustad Abdul Shomad.

Allah tidak pernah berbuat aniaya, manusia masuk ke neraka karena perbuatannya, tingkah lakunya sendiri. Ini sebagaimana Al Quran Surat Asy-Syams ayat 7-8.

“Demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaan-Nya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan”

Dengan demikian, maka kemudian manusia tinggal memilih jalan mana yang akan di tempuh, sesuai yang tercatat dalam Al Quran Surat Asy-Syams ayat 9-10

"Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."

Reporter Devi Kusumaningsih
Editor Aulli R Atmam