AYOJAKARTA.COM - KH Maimoen Zubair dikenal atas ceramah dan pesan-pesannya bahkan setelah ia tiada.
Dikutip dari YouTube At Tawwaabuun pada 26 Januari 2023 oleh ayojakarta.com, Mbah Moen mengungkapkan sejarah tarawih 20 rakaat.
Bagaimana bisa umat muslim menjalankan tarawih dengan 20 rakaat selama Bulan Ramadan?
Baca Juga: Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat Jika Meninggalkan Salat di Masa Lalu, Haruskah Diqadha?
Melalui salah satu ceramahnya, Mbah Moen sapaan akrab Kyai Haji Maimoen Zubair mengungkapkan awal mula mengapa tarawih biasanya hingga 20 rakaat saat bulan Ramadan.
"Dadi nek awakmu ahlu sunah ya jamaah, kudu melu shabat Sayyidina Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, contone wae taraweh", buka Mbah Moen.
Yang apabila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi sebagai berikut.
"Jadi sekarang kalau kamu memang ahli sunah ya jamaah, harus kamu ikuti sahabat Sayyidina Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali (para khalifah), contoh saja tarawih," kata Mbah Moen.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Jelaskan 12 Manfaat Doa Qunut, Salah Satunya Datangkan Rezeki Banyak dan Berkah!
Mbah Moen akhirnya menjelaskan awal mula adanya tarawih 20 rakaat, yang mana juga diikuti oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia.
"Teraweh 20 rakaat dhisek dhewe sing wiwiti Sayyidina Umar," kata Maimoen Zubair, yang mana apabila diterjemahkan menjadi seperti berikut.
"Pertama kali yang memulai tarawih Sayyidina Umar (Umar bin Khattab, khalifah ke dua)," terang Mbah Moen.
Mbah Moen juga menyampaikan sebelum ada tarawih, hanya ada qiyamu Ramadan.
"Sakdurunge Umar ora ana teraweh, ana ne qiyamu ramadan," kata KH Maimoen Zubair.
"Teraweh iku, melu Sayyiduna Umar. Melu Sayyidina Umar iku di perintah," kata Mbah Moen dalam Bahasa Jawa.
"Tarawih itu ikut Umar, mengikuti Umar itu diperintah (ijtihad)," terang Mbah Moen.
"Sayyidina Umar netepno taraweh 20 rakaat. Dadi nek ono wong teraweh ora 20 rekaat yo dudu teraweh. Ngono ae," tutur Mbah Moen, yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut.
"Sayyidina Umar menetapkan tarawih 20 rakaat. Jadi kalau ada orang tarawih tidak 20 rakaat ya bukan tarawih, begitu saja," tutup Mbah Moen.***