AYOJAKARTA.COM – Ustadz Adi Hidayat dikenal melalui ceramahnya yang secara luas banyak disimak oleh kalangan milenial dan kaum muda.
Salah satu ceramahnya membawakan isu tentang kebahagiaan. Apakah Anda sudah merasa bahagia hari ini? Atau Merasa sulit untuk bahagia?
Menurut Ustadz Adi Hidayat, dikutip melalui kanal Youtube seribusatu channel oleh Ayojakarta.com pada 25 Januari 2023, bahagia itu sederhana. Seperti apa dan bagaimana cara berbahagia? Cek di sini.
Baca Juga: Ricky Rizal Bocorkan Alasan Terpaksa Ikuti Skenario Ferdy Sambo, Ternyata Karena Ini
UAH, sapaan dari Ustadz Adi Hidayat, pernah menjelaskan bahwa bahagia itu sederhana, asal tahu rumus dasarnya.
"Banyak orang ingin bahagia, tetapi tidak mengikuti jalur kebahagiaan. Itu persoalannya," terang Ustadz Adi Hidayat.
Padahal rumus bahagia itu sederhana menurut Ustadz Adi Hidayat. Sebagaimana kitab Al-Qur'an sebagai pedoman umat islam, maka Al-Qur'an jawabannya.
"Padahal rumus bahagia itu sederhana, Qur'an Surah kedua, Al-Baqarah di ujung ayat, akhir ayat 189," terang UAH.
Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Koalisi Gerindra dan PKB Bermanuver, Prabowo Subianto: Kerja Sama Kita Solid!
Ustadz Adi Hidayat pun membacakan ayat 189 dalam Qur'an Surat Al-Baqarah dan terjemahannya.
"Tingkatkan taqwamu kepada Allah supaya kamu bahagia," kata Ustadz Adi Hidayat.
Lebih dalam, UAH menjelaskan bagaimana sekarang banyak orang membuat video dengan dengan tema 'bahagia itu sederhana.'
"'Bahagia itu sederhana, minum teh.' Kalau hutang belum lunas, gak bahagia juga. Barangkali minum teh pelampiasan. Karena hutang belum dibayar," kata Ustadz Adi Hidayat.
Ia pun membagikan contoh lain. "'Bahagia itu sederhana, minum kopi,' karena ditolak lamaran, macam-macam," terang UAH.
Menurut kesimpulannya, bahagia bersifat relatif, tetapi kunci bahagia itu satu.
"Jadi ukuran kebahagiaan bila dilekatkan pada manusia itu nisbiratif sifatnya, relatif," kata UAH.
Pengandaiannya seperti, 'Bagi sementara orang "bahagia," bagi yang lainnya, saya tidak "bahagia" dengan itu.'
Ustadz Adi Hidayat menutup dengan kunci kebahagiaan.
"Tetapi ketika anda mengambil ukuran Allah. Kalau anda punya profesi apapun, ingin bahagia dalam profesi anda, anda tingkatkan takwa, 'saya beri kebahagiaan,'" tutup Ustadz Adi Hidayat.***