AYOJAKARTA.COM - Peristiwa penting perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam atau yang di sebut Isra Miraj pada tahun 2023 jatuh pada 27 Rajab 1444 hijriah yang bertepatan dengan tanggal 18 Febuari 2023.
Pemerintah melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementrian Agama (Kemenag) RI, telah menetapkan melalui kalender digital terbitannya yang berjudul Kalender Hijrah Indonesia Tahun 2023 M.
Berdasarkan kalender Hijrah Indonesia tersebut, Kementrian Agama Republik Indonesia menetapkan, Isra Miraj jatuh pada 18 Febuari 2023.
Baca Juga: Rezeki Makin Ngalir! Begini 6 Cara Islam Mengatur Keuangan agar Hidup Dipenuhi Berkah dari Allah SWT
Dalam sisi yang sama Isra Miraj Juga dapat di temukan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Mentri Nomor 3 Tentang Hari Libur nasional dan Cuti bersama 2023, karena Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Isra Miraj sebagai hari libur nasional.
Secara administrasi SKB yang diterbitkan akan ditandatangani oleh Mentri Agama (Menag), Mentri Ketenagakerjaan (Menaker) dan Mentri Pendayaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
Secara garis luas Isra Miraj sendiri merupakan sebuah rangkaian peristiwa perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW bersama dengan Malaikat Jibril.
Peristiwa tersebut merupakan sebuah sejarah bagi seluruh umat manusia yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang ketika dilakukan menjadi sebuah kemustahilan untuk dilaksanakan oleh umat manusia saat ini.
Baca Juga: Rezeki Seret? 3 Amalan Kunci Rezeki Lancar dari Syekh Ali Jaber, Menikah Salah Satunya Lho...
Isra sendiri merupakan sebuah arti dimana sebuah perjalanan menembus ruang dan waktu hingga Muhammad SAW dapat melakukan perjalanan jarak Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina dalam waktu yang cukup singkat.
Mengutip dari halaman Blog Prof Thomas Djamaluddin seorang pakar Astronomi dan Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan bahwa Isra Miraj bukan penerbangan biasa antar negara atau luar angkasa.
"Perjalanan Isra Miraj merupakan dimensi ruang dan waktu namun IPTEK tidak dapat menjelaskan," ujar Prof Thomas Djamaluddin pada blog pribadinya.
Baca Juga: Empat Pelajaran yang Dapat Diambil dari Isra Miraj
Dalam segi yang sama, Miraj merupakan turunnya syariat sholat lima waktu. Adapun bagian terpenting dalam peristiwa Isra Miraj merupakan turunnya syariat sholat lima waktu.