AYOJAKARTA.COM -- Uang memang menjadi hal penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan tak jarang banyak yang masih buruk dalam mengatur finansialnya sehingga menyebabkan kerugian yang besar dalam hidup.
Dalam Islam sendiri sudah lama diatur untuk umatnya lebih bersyukur dan bijak dalam mengelola keuangan, sebab salah mengatur finansial dapat menyebabkan kerugian yang amat besar.
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya," (QS. Al-Isra: 26-27).
Sebagai seorang Muslim sebaiknya segala macam aspek kehidupan yang dijalankan sesuai dengan ajaran dan syariat Islam.
Baca Juga: Merokok Saat Berpuasa, Batal Atau Tidak? Begini Penjelasan Dr Zakir Naik Dalam Kajian Islam
Termasuk mengatur keuangan yang mana Islam telah menetapkan ajaran-ajaran bagaimana cara seseorang mengatur persoalan finansialnya dalam Al Quran dan Hadist.
Salah satu contoh menggunakan formula 1:1:1 yang merupakan rumus mengatur keuangan dari sahabat Nabi, Salman Al Farisi.
Diriwayatkan bahwa beliau memiliki uang sebanyak satu dirham untuk digunakan sebagai modal membuat anyaman yang dijual seharga 3 dirham.
Kemudian pendapatanya tadi dibagi menjadi satu dirham untuk keperluan keluarganya, satu dirham untuk sedekah, dan sisanya satu dirham untuk digunakan sebagai modal kembali.
Konsep ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan membagi tiga pendapatan yang diperoleh.
Baca Juga: Apakah Kredit Rumah dengan Sistem KPR Itu Riba? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Menurut Islam
Satu pertiga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, satu pertiga untuk bersedekah, dan sisanya untuk keperluan modal lagi.
Tujuan dari konsep ini adalah agar umat Muslim tidak salah dalam melakukan perhitungan akan kehidupan finansialnya.
Lantas bagaimanakah cara-cara Islam dapat mengatur keuangan agar hidup penuh dengan berkah? Berikut penjelasanya seperti dikutip dalam kanal YouTube NGOBI pada Sabtu, 21 Januari 2023.
1. Sisihkan untuk Modal
Diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi dalam Gharib Al Hadist dari hadits Nu'aim bin Abdirrahman, bahwa "Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan."
Dalam ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang dalam mencari nafkah.
Oleh karenanya, Islam juga menganjurkan untuk bisa menyisihkan pendapatannya dari hasil berdagang dan memperoleh kembali modal.
Baca Juga: 4 Nabi dalam Ajaran Islam yang Diyakini Masih Hidup, Salah Satunya Nabi Khidir AS, Anda Sudah Tahu?
2. Menabung
Dalam hadits H.R Bukhari disebutkan bahwa "Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, kaea itu jauh lebih baik.
Menabung di dalam ajaran Islam memiliki nilai dan manfaat lebih banyak bagi kehidupan seseorang ke depannya.
Dengan menabung manfaat akan terasa saat uang di tabungan sudah terkumpul banyak.
Cara ini dirasakan efektif untuk membuat cadangan uang yang bisa digunakan kapan saja. Kamu bisa memulai menabung dengan sedikit demi sedikit.
3. Jangan Boros
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah-tengah antara yang demikian," (QS. Al-Furqon: 67).
Islam sangat menganjurkan untuk para umatnya membelanjakan uangnya secara bijak, dengan menyisihkan pendapatan yang diperolehnya untuk modal kembali.
Cara bijak dalam perhitungan finansial itu membelanjakan keperluan sesuai kebutuhan dan tidak boros dalam berbelanja.
Baca Juga: 9 Hari yang Dilarang untuk Berpuasa Dalam Islam, Apa Saja dan Simak Alasannya di Sini
4. Sedekah
"Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian," (Al-Wasail 6: 255, hadits ke 11).
Salah satu cara untuk menyucikan harta adalah bersedekah, hal ini dilakukan karena dalam islam 2,5 persen dari rezeki yang diterima terdapat hak orang lain didalamnya.
Oleh karena itu, sisihkanlah pendapatan yang diterima untuk membantu orang-orang yang lebih membutuhkan.
Allah menjanjikan untuk menambah harta yang didapat dengan bersedekah dan lewat bersedekah yang berarti bersyukur atas nikmat yang telah diperoleh.
5. Hindari Berhutang
“Barangsiapa hutang uang kepada orang lain dan berniat akan mengembalikannya, maka Allah akan luluskan niatnya itu; tetapi barangsiapa mengambilnya dengan Niat akan membinasakan (tidak membayar), maka Allah akan merusakkan dia.” (Riwayat Bukhari).
Hutang memang kadang kala menjadi penyelamat dalam finansial di saat darurat.
Sayangnya, dalam Islam hutang tidak dianjurkan dilakukan jika tidak benar-benar membutuhkan. Yang mana jika masih dapat diusahakan untuk membayar sesuatu janganlah berhutang.
Sebab, jika sudah berhutang wajib hukumnya untuk melunasi. Hal ini dilakukan karena dalam Islam utang bisa menyangkut dunia dan akhirat.
6. Hemat dan Berkah
Tips dalam mengatur finansial mulailah dengan cara berhemat dan mengatur keuangannya menurut ajaran Islam yang telah dianjurkan ke dalam sehari-hari.
Dengan begitu, niscaya keadaan keuangan akan lebih teratur dan terhindar dari kerugian. Selain itu hidup pun menjadi semakin berkah dan barokah.***
Share this article
Rezeki makin mengalir, berikut cara-cara Islam dapat mengatur keuangan agar hidup penuh dengan berkah.