AYOJAKARTA.COM – Sukses dan kaya raya sepertinya jadi hal umum yang diimpikan setiap orang.
Apalagi di zaman saat ini, dimana financial sepertinya sudah jadi tolak ukur kebahagiaan bagi banyak orang.
Hal tersebut juga disebabkan oleh segala hal yang memang memerlukan uang di zaman seperti sekarang ini.
Sehingga tak mengherankan jika di jaman yang semakin maju seperti saat ini, banyak orang yang mati-matian mencari uang.
Sehingga terkadang menyebabkan orang tersebut hanya fokus pada duniawi saja hingga lupa menyiapkan hal yang lebih penting.
Hal yang lebih penting tersebut ialah bekal untuk dibawa ke akhirat yakni berupa amal dan ibadah.
Saat dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram Ppalanwarsarang, hal tersebut juga diungkapkan oleh Kyai Maimoen Zubair.
Dimana Kyai Maimoen Zubair atau biasa disapa Mbah Moen menuturkan hanyalah keimanan dan ketaqwaan kita yang akan jadi tolak ukur saat di akhirat nanti.
Kyai kenamaan asal Rembang tersebut kemudian bertanya kepada jamaahnya, “Lha jika orang yang tidak punya apa-apa itu langsung (masuk surga) apa tidak ?”
Kemudian Mbah Moen melanjutkan, “Masuk surga mau ditanyai apa? Tidak mempunyai (harta) dunia.”
Mbah Moen kemudian menjelaskan jawaban dari pertanyaan berikut dengan mencontohkan melalui keteladanan Rasul.
“Oleh karena itu Kanjeng Nabi tidak mempunyai harta
Seluruh istri beliau dipanggil (kala itu).” ujar Mbah Moen.
Mbah Moen menceritakan jika saat itu, Nabi Muhammad bertanya kepada semua istrinya, “Kalian cinta dunia tidak ? Kalau cinta dunia mintalah uang, berapapun saya beri, tapi kalian saya cerai!”
Lalu dijelaskan oleh Mbah Moen “Sehingga semua Nabi nakhmu’aasyurol’anbiyya’ laanuurosumaa taroknaahu sodaqoh.”
Potongan ayat tersebut memiliki arti,”Kami para Nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan menjadi sodaqoh.”
Dilanjutkan oleh Mbah Moen ayat berikutnya, “Falaanukhyiyyanahhu khayaa tann toyyibah.”
Dimana ayat tersebut memiliki arti, “Maka kami berika ia kehidupan yang enak, Memiliki kehidupan yang layak.
Dari kisah Nabi tersebut, Mbah Moen kembali menyinggung jika keadaan manusia saat ini obsesinya hanya pada harta duniawi hingga lupa dengan bekal akhirat.
“Nah umumnya orang itu ingin kaya ya bisa kaya maka dari itu, dahulu orang kalau setelah haji itu bertambah kaya.” tutur Kyai Maimoen Zubair.
“Orang sekarang setelah haji malah dikejar-kejar bank” imbuhnya.
Mbah Moen juga menuturkan jika, “(Nabi) di akhirat nanti walanajziyanaahum ajrohum bi akhsani maa kaanuu ya’maluun(Dan kami balas mereka dengan sebaik apa yang telah mereka kerjakan).”
“Kelak di akhirat berkehidupan yang layak.” pungkas Mbah Moen.
***