AYOJAKARTA.COM---Sejak beberapa tahun terakhir para peneliti rajin memberikan informasi terkait adanya ancaman gempa bumi dengan skala magnitudo besar atau gempa bumi megathrust.
Meskipun beberapa gempa yang terjadi bukan disebabkan oleh gempa pada zona megathrust namun masyarakat dibuat semakin was-was.
Belakangan ini banyak informasi terkait pergerakan zona subduksi yang berada di wilayah selatan Pulau Jawa.
Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 4.9 Mengguncang Kota Jayapura, Kedalaman 10KM
Dalam informasi yang mereka berikan wilayah yang diperkirakan akan terkena gempa bumi dan tsunami sebagai dampak dari pergerakan zona megathrust adalah selatan Pulau Jawa dan tenggara Sumatera.
Terkait prediksi para ahli tersebut sebuah akun YouTube bernama @IndoQuake (23/1/2023) memberikan sebuah simulasi skenario gempa megathrust dan tsunami dibuat dengan tujuan memetakan potensi gempa gempa besar yang dihasilkan segmen patahan zona megathrust di selatan Banten.
Video simulasi tersebut dibuat pada zona subduksi sekitar selat Sunda dengan kekuatan gempa M 8,7 yang mengakibatkan tsunami 10 meter.
Simulasi gempa besar tersebut kemudian mengakibatkan beberapa kerusakan terparah di wilayah Ujung Kulon dengan skala intensitas IX.
Skala intensitas IX berarti wilayah terdampak mengalami kerusakan hebat (heavy damage).
Pada saat sirine dibunyikan tepat setelah satu menit gempa bumi terjadi, beberapa wilayah terdampak mengalami peningkatan kerusakan dengan skala VIII di beberapa wilayah yaitu Teluk Lada, Pelabuhan Ratu, Lebak Banten (pesisir selatan) dan Sukabumi.
Baca Juga: Potensi Gempa Megathrust 8,9 Sesar Baribis, Siapkah 29 Juta Jiwa Penduduk Jakarta?
Simulasi tersebut memperlihatkan bahwa dampak gempa yang terjadi tersebut dirasakan bahkan hingga beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu wilayah Sumatera bagian selatan juga mengalami guncangan gempa saat simulasi gempa megathrust tersebut terjadi.
Wilayah Sumatera tersebut terdampak gempa dengan skala intensitas VII (sangat kuat).
Skala intensitas VII ini berarti terjadi kerusakan sedang (moderate damage), hal ini dapat diartikan bahwa banyak Retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah.
Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar atap bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.
Simulasi tersebut berlanjut hingga menit ke 3.30, pada momen tersebut peringatan tsunami dini telah dikeluarkan.
Wilayah yang diprediksi akan terdampak tsunami adalah Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung.
Masyarakat yang berada disekitar pesisir pun dihimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Simulasi tsunami tersebut menampilkan dampak terparah yang terjadi pada selat Sunda hingga beberapa pulau disekitarnya.
Video simulasi tersebut diunggah pada tanggal 27 Oktober 2022 bukan untuk menakut-nakuti masyarakat akan gempa megathrust yang diprediksi akan mengenai wilayah Jawa selatan hingga tenggara Sumatera.
Dengan adanya video simulasi ini, masyarakat dapat lebih mempersiapkan mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi gempa tersebut sehingga dapat meminimalisir korban jiwa.***

Share this article
Simulasi tersebut memperlihatkan bahwa dampak gempa yang terjadi tersebut dirasakan bahkan hingga beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah