Khazanah

Buya Yahya Mengingatkan, Siapa Saja yang Menjaga Perkara Ini maka Allah SWT Akan Menjaga Hamba-Nya

Oleh: Karseno AJ Minggu 22 Jan 2023, 21:31 WIB
Buya Yahya Mengingatkan, Siapa Saja yang Menjaga Perkara Ini maka Allah SWT Akan Menjaga Hamba-Nya

AYOJAKARTA.COM - Dalam satu kajian, Buya Yahya mengingatkan bahwa esensi pengajian tidak terletak dalam keterpesonaan akan sosok tertentu.

Bukan juga pada kekhusukan saat mendengar ceramah, akan tetapi pada ada atau tidaknya perubahan setelah mendatangi pengajian tersebut.

“Sudahkah kita berubah?” ujar Buya Yahya seraya mengingatkan dan mengajak setiap orang untuk melakukan kontemplasi, perenungan mendalam.

Baca Juga: Kabar Gembira! Penerima PKH BPNT Bisa Berkesempatan Dapatkan Bantuan Rp4,2 Juta, Begini Caranya

Buya Yahya mengingatkan agar setiap orang menyudahi dari bersikap mencari-cari keburukan yang ada pada orang lain.

Hati yang kotor akan membawa seseorang kepada kebiasaan memandang keburukan pada orang lain, sehingga keburukan sendiri tertutupi.

“Barang siapa mencari-cari kejelekan saudaranya, maka Allah yang akan membongkar aibnya,” tegas Buya.

Namun jika dalam kehidupan, secara tidak sengaja mengetahui keburukan orang lain, sikap yang perlu ditunjukkan sebagai orang beriman adalah sedih.

Baca Juga: Padang Arafah Arab Menghijau, Kiamat Sudah Dekat? Ini Penjelasan Buya Yahya!

Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa terdapat 

“Anda harus sedih, karena dia adalah umat Nabi Muhammad SAW, kalau belum merasa sedih, artinya iman Anda yang masih keropos,” tambah Buya.

Jika seseorang tergelincir kesalahan, maka menangislah karena orang tersebut merupakan umat Nabi Muhammad SAW.

Bukan justru bersikap sebaliknya, menyebar-luaskan dan menambah-nambahkan kesalahan kepada seseorang yang sedang berbuat salah.

“Kita meminta kepada Allah SWT untuk menutup mata kita dari melihat aib saudara kita,” pinta Buya kemudian.

Lebih lanjut, Buya mengingatkan agar setiap muslim menerapkan cara hidup yang saling menyelamatkan, baik dari lisan maupun perbuatan.

“Seorang muslim itu hendaknya orang muslim yang lain selamat dari lisan dan tangannya,” jelas Buya,

Buya mengajak agar setiap orang menjaga perasaan orang lain, dengan tidak mengucapkan kalimat-kalimat merendahkan yang bisa melukai perasaan.

Sebab perasaan dan kehormatan setiap orang adalah sesuatu yang sangat bernilai dan perlu untuk dibiasakan.

Jika memang lidah ataupun mulut dianggap terlalu sulit untuk berhenti berbicara, maka gantilah perkataan dengan hal baik.

“Kalau kurang ngomong, sekalian baca dzikir sebanyak mungkin, atau bershalawat, dan inilah yang perlu dihadirkan dalam keseharian,” jelas Buya.

Sebab dosa yang dilahirkan akibat kebiasaan menggunjing akan melahirkan dosa-dosa lain yang lebih menjerumuskan seseorang.

“Kalau orang sudah biasa menggunjing dan membongkar aib orang, akan mencari kesalahan orang, dan menyakiti orang lain,” ujar Buya.

Buya menjelaskan bahwa perilaku muslim tidak akan melakukan keburukan, tidak akan menggunjing, mencari-cari kesalahan, terlebih menyebarkan aibnya.

Karena itulah pengetahuan semacam ini pantas dijadikan sebagai ilmu untuk kemudian diterapkan dan dijadikan kebiasaan. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Aulli R Atmam