Khazanah

Bagaimana Hukum Tahlilan Mendoakan Orang Meninggal? Jangan Sampai Salah Kaprah, Begini Kata Ustaz Abdul Somad!

Oleh: Sulistiyaningsih Kamis 19 Jan 2023, 13:19 WIB
Bagaimana Hukum Tahlilan Mendoakan Orang Meninggal? Jangan Sampai Salah Kaprah, Begini Kata Ustaz Abdul Somad!

AYOJAKARTA.COM - Tahlilan diadakan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini telah lumrah dijumpai dalam masyarakat di Indonesia.

Pelaksanaan tahlilan biasanya dilakukan di hari-hari tertentu seperti tujuh hari berturut-turut, tiga hari berturut-turut dari kematian seseorang, hari ke 40, hari ke 100 dan seterusnya.

Lantas sebenarnya bagaimana tahlilan ini menurut pandangan Islam?

Bolehkah dilakukan acara tahlilan 3, 7, 40, 100 hari kematian seseorang atau malah merupakan bidah?

Baca Juga: Dulu Gersang dan Berbatu Kini Tanah Arab Menghijau, Benarkah Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS akan memberikan penjelasan terkait acara tahlilan setelah kematian seseorang dalam pandangan Islam.

“Mohon ustaz jelaskan masalah tahlilan orang baru meninggal dunia 3, 7, 40, 100 hari, mohon penjelasannya ustaz,” tutur salah satu jemaah dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Bujang Hijrah, Kamis (19/1/2023). 

Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa kalau sayang dengan orang tua maka tidak ada batasannya untuk tahlil dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

“Saya terus baca Yasin, saya terus Tahlil, saya terus bagi beras fakir miskin. Tak ada saya hitung sehari, dua hari, 20 hari, 30 hari, 100 hari tak ada, terus sampai kapan? Sampai mati hari kiamat,” ujar UAS.

Baca Juga: Bolehkah Ziarah Kubur Jelang Ramadan? Jangan Sampai Salah, Ustadz Abdul Somad Beri Penjelasan

Akan tetapi menurutnya tidak semua orang mampu, sehingga orang yang tak mampu memilih tujuh hari.

Apakah ada dalam Al Quran dan Hadis?

Menurut Ustaz Abdul Somad dalam Al Quran dan Hadis tidak disebutkan tentang tahlilan 3, 7, 40, 100 hari.

“Ada dalam Quran 7 hari? Tak ada, ada dalam hadis 7 hari? Tak ada, nabi tak ada menyebut, Quran tak ada menyebut, hadis tak ada menyebut, sahabat nabi tak ada menyebut,” jelasnya.

Baca Juga: Jangan Kelewatan Memuji Diri Sendiri, Ustaz Abdul Somad Ingatkan jika Azab Allah Menanti!

Ia juga menambahkan bahwa yang menyebutkan tahlilan tujuh hari setelah orang meninggal dunia adalah dari kalangan Tabiin yang Bernama Imam Matho.

UAS menjelaskan bahwa Imam Matho mengungkapkan bahwa ketika orang meninggal dunia diuji di kuburnya tujuh hari maka diringankan ujiannya kalau keluarganya bersedekah makan selama tujuh hari tujuh malam.

Ia juga menyarankan kepada orang-orang yang kaya, yang banyak uangnya untuk bersedekah.

“Yang tak ada duitnya sering hutang, miskin, susah, mlarat, hutang pula buat acara itu. Inilah dia orang susah ditimpa tangga diterkam kucing,” tutur UAS.

Baca Juga: Kata Ustadz Abdul Somad Jangan Lakukan Ini Jika Tidak Ingin Rezeki Seret, Maka Allah Senantiasa Menolong

UAS menganjurkan pada orang yang kesusahan seperti ini hendaknya dibantu oleh masyarakat sekitar sehingga tidak menjadikan beban bila ada anggota keluarga yang meninggal.

Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk menyiapkan makanan bagi keluarga yang kesusahan tetapi bila orang kaya agar bersedekah.

“Kesimpulannya yang miskin yang susah tak usah buat karena kalian sudah susah karena kena musibah kasih tahu yang miskin yang susah jangan sampai ngutang gara-gara itu, kirim aja Al Fatihah,” jelas UAS.

“Sebagus-bagusnya kirimkan sekhatam Quran, tak sanggup sekhatam Quran bacakan Surah Yasin hatinya Quran, Yasin pun tak sanggup bacakan Al Fatihah,” tandasnya.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Fathul Amanah