AYOJAKARTA.COM – Ziarah kubur telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia sejak lama.
Makam yang biasanya dikunjungi seperti makam orang tua, keluarga, kerabat, maupun makam para orang shaleh seperi wali atau ulama.
Sebenarnya tidak ada waktu kapan harus dilaksanakan ziarah, tetapi masyarakat Indonesia biasanya mengunjungi makam atau ziarah pada waktu tertentu misalnya sebelum Ramadan tiba.
Baca Juga: Rahasia Terungkap! Ternyata Inilah Makna Tersembunyi Bismillah Menurut Mbah Moen
Lantas sebenarnya bagaimana hukum ziarah kubur itu sendiri dalam islam? Bolehkah melakukan ziarah kubur?
Ustadz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS akan memberikan penjelasan terkait ziarah kubur.
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Ustadz Abdul Somad Official, Kamis (19/1/2023), ada beberapa penjelasan terkait ziarah kubur sebelum Ramadan.
Ustadz Abdul Somad mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW zaman dahulu awal-awal islam melarang untuk ziarah kubur.
Baca Juga: Pengusaha Wajib Tahu! Amalan Gus Baha dari Mbah Moen, Dagangan Bakal Laris Tanpa Penglaris
“Dulu aku melarang kamu ziarah kubur, kata nabi. Dulu zaman awal-awal islam dilarang berziarah kubur,” ujar UAS.
Menurutnya zaman dahulu orang berziarah kubur hanya untuk sombong menyombong saja. Padahal Allah telah memerintahkan agar hambanya tidak sombong.
Jika ziarah kubur melembutkan hati, meneteskan air mata, mengingatkan kepada mati, maka hadits yang melarang ziarah kubur hukumnya mansuh yaitu terhapus.
Ustadz Abdul Somad juga menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak menyebutkan waktu tertentu dan batas tertentu.
Menurut UAS orang yang berziarah kubur itu hukumnya umum, maka boleh melakukan ziarah baik itu pagi, petang, malam, siang, menjelang ramadan, dan sebagainya.
Adapun hadits yang melarang perempuan yang berziarah kubur atau Allah melaknat perempuan yang berziarah kubur menurut Ustadz Abdul Somad ada sebabnya.
Hal ini menurutnya ada kronologinya, yakni ada seorang perempuan anaknya meninggal kemudian ziarah pagi, petang, siang, malam untuk mempersedih diri, berduka, dan meratap.
Maka nabi mengatakan Allah melaknat mereka yang selalu ziarah kubur hanya untuk bersedih-sedih diri, namun bila untuk mengambil pelajaran maka sesungguhnya sangat dianjurkan.
Jika ingin ziarah kubur menjelang Ramadhan maka menurut UAS sesungguhnya bulan mulia ini disambut dengan kesucian hati dengan berdzikir, pengajian, serta mengingat mati.
Sebelum Ramadhan berziarah, mengingat mati agar hati lebih khusu' untuk beribadah Ramadhan seakan-akan ini ibadah Ramadhan terakhir.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa berziarah di kubur sebelum Ramadhan, menguatkan keyakinan bahwa manusia akan mati menghadap Allah.
Yang mana semua harta benda di dunia ini tidak akan dibawa mati, semua akan ditinggalkan kecuali amalan selama masih hidup di dunia.***

Share this article
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Ustadz Abdul Somad Official, Kamis (19/1/2023), ada beberapa penjelasan terkait ziarah kubur .