AYOJAKARTA.COM – Sebagai umat muslim, melafalkan bacaan bismillah hampir setiap hari sebelum melakukan kegiatan dalam berbagai kesempatan.
Kalimat Bismillah itu sendiri merupakan kalimat pembuka di setiap surah Alquran kecuali surah At Taubah.
Bacaan bismillah seolah sudah melekat dalam ingatan sehingga secara otomatis setiap melakukan suatu kegiatan pasti diawali bacaan tersebut.
Baca Juga: PPPK Bisa Ikut CPNS 2023? Simak Syarat dan Ketentuan di Sini!
Kalimat bismillahirrahmanirrahim memang sekilas biasa saja karena sudah terbiasa diucapkan, tetapi sebenarnya memiliki makna yang dalam.
Ternyata ada makna mendalam dibalik bacaan bismillah itu sendiri.
Ulama kharismatik KH Maimoen Zubair atau lebih dikenal dengan Mbah Moen jelaskan arti bacaan bismillah.
“Dimulai dari bismillahi yang artinya dengan menyebut nama Allah,” tutur Mbah Moen seperti dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Ziip Production pada Sabtu (14/1/2023).
“Arrahmani artinya yang maha pemberi rahmat agung yaitu merupakan pemberi rahmat dunia akhirat,” tambahnya.
“Arrahim artinya yang maha pemberi rahmat lembut yaitu maha pemberi rahmat di akhirat saja,” tutur Mbah Moen.
Ulama asal Serang ini juga menjelaskan bahwa manusia ada yang diberi rahmat di dunia akhirat dan ada juga yang diberi rahmat di akhirat saja.
Menurutnya, jika hidup miskin di dunia tidak apa-apa karena hidup di dunia hanyalah sementara. Tetapi saat ini hidup di dunia yang menjadi tujuan dari manusia.
Sehingga saat berdoa, banyak orang yang meminta umur yang panjang dikarenakan banyak yang takut akan kematian hidup di dunia.
Orang islam diberikan kehinaan apabila sudah takut kematian. Ada dua perkara yang membuat hina orang muslim yaitu suka dunia dan takut akan kematian.
Mbah Moen juga menuturkan bahwa hidup di dunia pasti diberikan rezeki. Apapun keadaan hidup di dunia pasti telah ditetapkan rezeki oleh Allah.
Hanya saja Allah SWT memberi rahmat yang agung memiliki makna ya di dunia dan di akhirat itu bernama ajron adhima.
Baca Juga: Biadab! Kepala Sekolah Cabuli Dua Siswa
Tetapi ada yang hanya meminta kepada Allah akhirat saja, karena dunia sudah dijamin oleh Allah.
Hal ini seperti banyak hewan merayap tak membawa rezeki sama sekali dan Allah lah yang memberi rezekinya.
Bila hanya menginginkan rezeki di dunia saja namanya bukan nikmat tapi istidraj. jika hidup di dunia enak dan akhirat tidak ada apa-apanya ini hanya penglulu dari Allah SWT.***