Khazanah

Ahli dari LIPI Ungkap Mitos Ratu Kidul Erat Kaitannya dengan Sejarah Tsunami Besar di Pantai Selatan Jawa

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Kamis 22 Des 2022, 20:38 WIB
Ahli dari LIPI Ungkap Mitos Ratu Kidul Erat Kaitannya dengan Sejarah Tsunami Besar di Pantai Selatan Jawa

AYOJAKARTA.COM - Ada fakta baru yang terungkap dalam sebuah penelitian tentang peristiwa sejarah tsunami besar di Pantai Selatan Jawa dengan mitos Ratu Kidul.

Penelitian ini menguak bahwa mitos Ratu Kidul diyakini erat kaitannya dengan informasi yang tersimpan dari suatu peristiwa tsunami besar Pantai Selatan Jawa di masa lalu.

Penelitian antara mitos Ratu Kidul dan sejarah tsunami besar di Pantai Selatan Jawa tersebut dilakukan oleh Eko Yulianto, Peneliti Paleotsunami Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Penelitian tersebut adalah geomitologi, di mana ilmu ini mempelajari tentang kisah-kisah mitos yang kemudian dikaitkan dengan peristiwa alam yang terjadi.

Baca Juga: Menguak Fakta Sejarah Tsunami Besar di Pantai Selatan Jawa hingga Kaitannya dengan Mitos Ratu Kidul

Prinsip dari ilmu geomitologi adalah bumi mempunyai siklus untuk peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya apakah itu letusan gunung, tsunami, banjir, gempa dan sebagainya.

Dikutip Ayojakarta.com dari laman resmi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menerangkan bahwa geomitologi itu bukan hanya sebuah cocokologi antara peristiwa bencana dan mitos.

Menurut Eko Yulianto, geomitologi bukanlah sekadar cocokologi semata, namun dapat diverifikasi dan dibuktikan secara ilmiah.

“Seperti contohnya adalah mitos tentang Ratu Kidul yang diduga adalah metafora bahwa pernah terjadi gelombang besar di pesisir Selatan Jawa,” ujar Eko Yulianto.

“Geomitologi tidak hanya berhenti pada mitos-mitos dan spekulasi. Mitos dan spekuluasi tersebut terus diverifikasi dan dibuktikan secara ilmiah. Sementara cocoklogi hanya berhenti pada spekulasi tanpa dibuktikan lebih lanjut,” tambahnya.

Baca Juga: Gandeng IPB dan LIPI, Pemkot Bogor Siap Produksi Oksigen Konsentrator

Eko Yulianto mengawali penelitian geomitologi ini saat menemukan adanya lapisan pasir di daerah Pangandaran yang mengindikasikan pernah terjadi tsunami purbakala sekitar 400 tahun lalu.

Penelitian juga dilakukan di pesisir Selatan Jawa lainnya dan ditemukan hal yang sama.

“Dari sini saya bertanya-tanya, ada peristiwa apa di Tanah Jawa pada 400 tahun yang lalu. Ternyata sesuai penjelasan di Babad Tanah Jawi saat itu Kerajaan Mataram dibangun Islam dan Panembahan Senopati menjadi raja pertamanya,” ujar Eko Yulianto.

Eko Yulianto kemudian mengumpulkan catatan sejarah dan cerita rakyat untuk menguak jejak sejarah tsunami besar purbakala.

Selain diketahui melakukan penelitian penggalian deposit tsunami, Eko Yulianto juga melacak keberadaan tsunami pada masa lalu melalui kisah-kisah dongeng dan mitos.

Baca Juga: LIPI Temukan Kecoak Laut Raksasa Pertama di Indonesia

Salah satu yang ditemukan adalah mitos Ratu Kidul yang dipercaya sebagai penguasa Pantai Selatan Jawa.

“Ada cerita Panembahan Senopati bertapa di Pantai Selatan Jawa untuk meminta bantuan kepada Ratu Kidul untuk dapat membangun Kerajaan Mataram, sedangkan dirinya bukan keturunan langsung raja. Setelah pertapaan tersebut, timbulah gelombang tinggi,” terangnya.

Eko Yulianto juga mengaitkan dengan tembang Serat Sri Nata yang menyebutkan adanya bencana gelombang tinggi, airnya panas sehingga mematikan banyak makhluk hidup.

Baca Juga: Lipi Ciptakan Alat Terapi Oksigen Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19

Dalam Serat Sri Nata tertulis bahwa langit kala itu bergemuruh dan gelap disertai petir.

“Bukankah ini membuktikan bahwa bencana itu benar terjadi. Hanya saja Panembahan Senopati berhasil memanfaatkan bencana ini agar seolah-olah Ratu Kidul merestuinya menjadi raja. Ia mengemas bencana ini sebagai mitos turun-temurun untuk kepentingan legitimasi politiknya,” jelas Eko Yulianto.

“Prinsip yang digunakan adalah bumi mempunyai siklus untuk peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya apakah itu letusan gunung, tsunami, banjir, gempa, dan sebagainya. Kejadian alam dan mitos ini kemudian dapat disatukan dalam ilmu geomitologi,” ujar Eko Yulianto.

Melalui penelitiannya, Eko Yulianto berharap dapat menguak jejak tsunami purbakala ini sehingga masyarakat dapat lebih waspada dengan potensi bencana yang dihadapi.

“Harapannya kita dapat membangun masyarakat yang lebih rasional dan lebih waspada, serta dapat mempersiapkan diri menghadapi ancaman-ancaman, sehingga kerugian dan korban bisa dikurangi dikurangi. Termasuk juga mengapresiasi cerita itu dalam kajian akademis,” tutup Eko Yulianto.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Fathul Amanah