Komunitas

SNBP 2024 Segera Dibuka! Berikut 20 PTN yang Tidak Bisa Jadi Pilihan Kedua

Oleh: Linda Wati Selasa 16 Jan 2024, 12:52 WIB
Sebelum itu, Anda perlu mengetahui apa saja Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tidak mau menjadi pilihan kedua pada SNBP 2024.

AYOJAKARTA.COM - Bagi para calon mahasiswa baru, Anda dapat menyiapkan untuk pendaftaran SNBP 2024 yang akan segera dibuka.

Sebelum itu, Anda perlu mengetahui apa saja Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tidak bisa menjadi pilihan kedua pada SNBP 2024.

Kampus atau PTN yang tidak mau dijadikan pilihan kedua itu tentu memiliki kebijakannya masing-masing.

Biasanya, kampus-kampus itu memiliki prinsip bahwa para calon mahasiswanya harus fokus pada satu kampus pilihannya saja.

Ketentuan SNBP 2024 kurang lebih sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Misalnya, kuota minimum pada SNBP 20% sementara SNBT 40%, lalu kuota mandiri yakni 30%.

Baca Juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2024 Akan Dibuka! Ini 10 PTN Penerima Mahasiswa KIP Terbanyak Lolos Jalur SNBP

Berikut 20 PTN yang tidak bisa jadi pilihan kedua:

1 . Institut Pertanian Bogor (IPB) University

2 . Universitas Indonesia (UI)

3 . Universitas Gadjah Mada (UGM)

4 . Universitas Airlangga (UNAIR)

5 . Institut Teknologi Bandung (ITB)

6 . Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

7 . Universitas Hasanudin (UNHAS)

8 . Universitas Brawijaya (UB)

9 . Universitas Diponegoro (UNDIP)

10 . Universitas Padjajaran (UNPAD)

11 . Universitas Sumatera Utara (USU)

12 . Universitas Sebelas Maret (UNS)

13 . Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

14 . Universitas Andalas (UNAND)

Baca Juga: Calon Maba Wajib Catat! Ini Aturan Baru SNPMB 2024 dalam Memilih Program Studi, Pahami agar Tak Keliru

15 . Universitas Negeri Malang (UM)

16 . Universitas Negeri Padang (UNP)

17 . Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

18 . Universitas Negeri Semarang (UNNES)

19 . Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

20 . Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH)

Itu dia 20 PTN yan tidak bisa jadi pilihan kedua dalam SNBP 2024 yang dikutip Ayojakarta.com dari laman akupintar.id

Reporter Linda Wati
Editor Aris Abdulsalam