Kuliner

Rahasia Kelezatan Lele, Jangan Beli yang Sudah Mati

Oleh: Admin Senin 08 Jul 2019, 15:17 WIB
Ilustrasi--Pedagang membersihkan ikan Lele dagangannya di pasar ikan Gondang, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah Sabtu (1/6/2019). Menurut pedagang sejak dua pekan menjelang Idul Fitri penjualan ikan air tawar seperti Ikan Mas, Nila, dan Lele mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat yang mencapai 100-120 kilogram per hari dibanding hari biasa yang hanya berkisar 30-40 kilogram per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Salah satu rahasia agar hidangan berbahan dasar lele menjadi lezat dan tekstur dagingnya lebih lembut adalah terletak pada pemilihan ikan yang segar, menurut Executive Chef Ichiban Sushi, Herdian.

AYO BACA : Gultik Jadi Kuliner Malam Favorit di Jakarta

"Biasanya pilih ikan segar kelihatan dari mata masih bening, insang masih merah. Kalau lele tidak, pilih yang hidup karena berpengaruh ke daging," kata dia di Jakarta, Senin (8/7/2019).

AYO BACA : Berebut Tempat Parkir Demi Gultik Betawi

Menurut Herdian, dari berbagai jenis lele, dia memilih lele dari jenis sangkuriang karena lebih cepat besar saat dibudidaya dan memiliki tekstur daging yang lembut, mirip unagi atau ikan sidat Jepang.

Jenis lele ini dia gunakan dalam menu Namazu Kabayaki di restoran tempatnya bekerja. Namazu yang berarti ikan lele, diolah menggunakan teknik memasak kabayaki, yakni ikan dibelah menjadi dua lalu dibersihkan tulang-tulang dan isi perutnya.

Selanjutnya ikan ditusuk menggunakan tusukan bambu atau besi, kemudian dipangggang dan dibumbui beberapa kali.

"(Daging di) fillet. Proses masak awalnya celup saus, dibakar, masuk saus, bakar 3-4 kali supaya meresap bumbunya. Setiap kali proses panggang selama tiga menit," ujar dia.

AYO BACA : Sukses Jadi Pengusaha Kuliner, Ghibran Rakabuming Siap Go Internasional

Reporter Admin
Editor Rizma Riyandi