AYOJAKARTA.COM – Anak laki – laki yang masih berusia 5 tahun berhasil dievakuasi oleh pihak TNI dan Polri pada Rabu (23/11/2022).
Anak laki – laki tersebut merupakan seorang korban dari musibah gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu.
Irjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kadiv Humas Polri memberikan pernyataan jika anak tersebut berhasil bertahan saat terjebak di reruntuhan.
Diketahui, anak berusia 5 tahun tersebut terjebak selama 3 hari di dalam reruntuhan bangunan akibat dampak dari gempa Cianjur.
Baca Juga: Tembakan Ferdy Sambo yang Mematikan! Ronny Talapessy: Richard Tembak itu Almarhum Masih Hidup
“Jadi, dalam proses pencarian kemarin (23/11/2022), tim di lapangan, saat membongkar puing – puing ternyata ditemukan seorang korban anak berusia 5 tahun,” Ujar Dedi Prasetyo.
Anak tersebut berhasil ditemukan pukul 10.46 WIB pada Rabu (23/11/2022), di Kampung Rawacina, Desa Nagrek.
Berdasarkan keterangan Dedi Prasetyo, anak tersebut langsung diberikan pertolongan medis dan dipertemukan dengan orangtuanya.
“Anak itu kemudian langsung diberikan pengecekan dan bertemu dengan orangtuanya,” ujar Dedi Prasetyo pada Kamis (24/22/2022).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini masih terdapat 40 korban yang dilaporkan hilang.
Baca Juga: Swiss vs Kamerun Tanding Jam 17.00WIB: Link Live Streaming, Prediksi, dan Susunan Pemain
Polri telah mengerahkan personel Brimob dan anjing pelacak dalam proses pencarian korban yang hilang tersebut.
Berdasarkan keterangan Dedi Prasetyo, proses pencarian dan evakuasi korban gempa Cianjur akan melakukan kerjasama lintas sektoral.
Beberapa pihak yang tergabung dalam kolaborasi lintas sektoral tersebut seperti BNPB, Basarnas, TNI, Polri dan relawan.
Baca Juga: Prediksi UMK Bekasi 2023, Masih Tertinggi di Indonesia? Intip Nominalnya!
Selain upaya pemberian bahan pokok dan medis, personel Polri juga memberikan trauma healing kepada seluruh korban bencana gempa.
Bantuan bahan pokok dan medis diberikan untuk puluhan ribu pengungsi di beberapa titik dan juga warga yang masih terisolir dengan menggunakan helikopter.
“Rencana pagi ini kembali akan disalurkan bantuan makanan bagi korban gempa Cianjur di daerah terisolir dengan menggunakan helikopter yang take off dari pondok cabe,” ujar Dedi Prasetyo.***