AYOJAKARTA.COM - Tragedi tewasnya satu keluarga yang ditemukan dalam rumah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat masih terus bergulir.
Sejumlah pakar turut mengusut kasus ini karena ditemukan banyak hal janggal bagaimana satu keluarga di rumah Kalideres dapat tewas secara misterius.
Seorang pakar kriminolog dari Universitas Indonesia, Adrianus Eliasta Meliala menduga jika satu keluarga yang tewas di rumah Kalideres disebabkan karena bunuh diri.
Baca Juga: Kesaksian Baru Kurir Paket Terkait Kasus Empat Jenazah di Kalideres, Jadi Titik Terang?
Menurut Adrianus Eliasta Meliala, hal tersebut diperkuat dengan bukti dari sejumlah saksi yang memberikan pernyataan bahwa keluarga tersebut memutus komunikasi dengan orang sekitar, mengunci diri, dan tidak membayar tagihan listrik ke PLN.
Parahnya lagi, ahli forensik yang menangani jasad keluarga di Kalideres yang berjumlah empat orang ini menyatakan jika tidak ditemukan sisa makanan atau minuman dalam perut keempat jasad tersebut.
Diperkirakan perut mereka sudah tidak diisi selama tiga minggu, sehingga membuat mereka kekurangan gizi dan dehidrasi yang menyebabkan mereka tewas.
Namun, dari hasil penemuan baru penyidik terdapat timbunan sampah dalam rumah keluarga Kalideres yang tewas.
Sehingga Adrianus beranggapan jika hal tersebut merupakan suatu media unik yang diterapkan keluarga Kelideres agar tidak berkontak dengan orang lain.
Sehingga mereka lebih memilih untuk membiarkan sampah menggunung dalam rumah, dan menilai sehingga ada suatu keadaan yang memaksa mereka untuk tidak makan dan minum.
Baca Juga: Penyebab Lain Tewasnya Satu Keluarga Kalideres: Menderita Demi Satu Kenikmatan di Kemudian Hari
Meskipun menurutnya ada di antara keempat keluarga yang tewas itu melakukannya secara sukarela.
“Atas dasar itu maka saya mengajak kita semua berpikir lagi, kenapa ada orang mau bunuh diri? Padahal tidak ada indikasi yang bersangkutan itu terlalu miskin, atau berada dalam situasi perang, atau mengalami kekecewaan yang luar biasa,” ujar Adrianus.
Namun, dugaan tersebut bisa saja terbantahkan jika ditemukan adanya fakta satu keluarga ini mengalami musibah.
Hal tersebut dapat dipicu karena mengalami sakit berat namun, dengan sengaja membiarkan penyakitnya sehingga menularkan itu pada anggota keluarga lain dan satu per satu orang dalam rumah itu pun meninggal.
Meskipun ada banyak ahli dan media yang menyebarkan berita tentang dugaan mengikuti suatu ajaran, namun hal tersebut belum dapat dibuktikan.***