AYOJAKARTA.COM - Istilah Apokaliptik menghebohkan jagat dunia maya usai diduga menjadi penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.
Seperti yang diketahui baru-baru ini publik dikejutkan dengan penemuan satu keluarga berjumlah empat orang yang tewas mengering di kediamannya pada Kamis (10/11/2022)
Sampai saat ini polisi masih terus mendalami kasus penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.
Diketahui empat anggota keluarga tersebut ditemukan dalam keadaan lambung kosong di Perumahan Citra Garden Satu Extention Blok AC 5 No 7 Kalideres, Jakarta Barat.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dikabarkan Meninggal, Putri Candrawathi Syok Baca Wasiatnya, Ini yang Sebenarnya Terjadi
Meski berdasarkan hasil autopsi ditemukan dalam keadaan lambung kosong, namun motif di balik satu keluarga tewas itu masih belum dipastikan.
Kendati demikian, kasus tersebut membuat seorang ahli kriminolog Andrianus Meliala berasumsi bahwa keempat orang yang tewas tersebut disengaja kelaparan karena menganut paham Apokaliptik.
"Jangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau apokaliptik dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrim,” ujar Adrianus dalam pernyataannya kepada media seperti yang dilansir dari Republika.co.id pada Senin (14/11/2022).
Disebutkan bahwa motif tewasnya satu keluarga tersebut karena disebabkan kelaparan dan tidak mampu membeli makanan, adalah hal yang tidak mungkin.
Baca Juga: Pernyataan Menohok Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J : Febri Diansyah Membela Kliennya Membabi Buta
Sebab menurut Adrianus, keluarga tersebut dikenal berkecukupan secara materi. Hal ini pun diakui oleh pihak keluarga dekatnya.
Oleh karenanya teori kesengajaan untuk melaparkan diri (Apokaliptik) ini menjadi muncul, meski secara praktik hal tersebut sangat sulit dilakukan.
Lantas apa itu keyakinan atau paham Apokaliptik? mari simak penjelasanya berikut ini;
Apokaliptik dalam bahasa inggris yakini apocalyptics yang berasal dari bahasa Yunani apokaluptein.
Sedangkan apokaluptein sendiri diartikan sebagai wahyu atau penyingkapan melalui wahyu.
Wahyu sendiri diketahui diturunkan kepada orang-orang tertentu yang memperoleh keistimewaan terkait sesuatu yang tersembunyi dari umat manusia pada umumnya.
Hal tersebut biasanya disikapi tentang adanya akhir zaman atau keyakinan sekelompok orang untuk menghadapi kehancuran dunia (hari kiamat) secara ekstrim.
Disisi lain, keyakinan pada tiga agama utama bahwa kepastian adanya hari kiamat sendiri tidak ada yang tahu secara pasti kapan waktu terjadinya.
Menurut Andrianus ada kemungkinan besar bahwa alasan yang mendasari motif tewasnya satu keluarga tersebut karena keyakinan Apokaliptik.
Dalam kasus yang ditemukan di beberapa negara menunjukan bahwa pemahaman Apokaliptik sendiri dianut oleh beberapa kelompok, dan ternyata dari semua kasus yang ditemukan itu memiliki pola yang sama.
"Kalau mas buat tabel, mungkin kelihatan polanya. Mungkin ini konsepsi silih, yakni membuat diri menderita demi suatu kenikmatan di kemudian hari," kata Andrianus.
Seperti pada kasus penemuan mayat satu keluarga yang terjadi di Springville, Utah, Amerika Serikat pada tahun 2014 silam.
Disebutkan bahwa satu keluarga tersebut yang terdiri dari ayah, ibu, dan ketiga anaknya tewas, disebabkan karena aksi bunuh diri oleh orang tuanya dengan meminum cairan kimia dan campuran obat keras.***