Metropolitan

Misteri Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Kriminolog Menduga Korban Menganut Apokaliptik, Apa Itu?

Oleh: Linda Wati Senin 14 Nov 2022, 15:09 WIB
Lokasi Rumah Keluarga Tewas di Kalideres

AYOJAKARTA.COM--Misteri satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres memang memunculkan banyak teka-teki.

Satu keluarga yang tewas di Kalideres tersebut diketahui meninggal dengan rentan waktu yang berbeda-beda.

Kejadian tewasnya satu keluarga di Kalideres itu memunculkan tanda tanya dan kecurigaan lantaran dinilai tak wajar.

Baca Juga: Deretan Fakta dan Kejanggalan Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Warganet : Ini Teka Teki Hebat

Dari olah TKP, Polisi tidak menemukan bentuk kekerasan kepada korban.

Dugaan sementara penyebab kematiannya yakni karena kelaparan, hal itu dilihat dari hasil autopsi yang menyebutkan lambung korban kosong tidak ada asupan makanan atau minuman.

Pernyataan tersebut seolah-olah janggal, karena jika dilihat dari tempat tinggalnya korban bukan seperti orang yang tidak mampu.

Baca Juga: Deretan Kejanggalan Kasus 1 Keluarga yang Ditemukan Tewas di Kalideres, Warganet Curigai Hal Ini

Selain itu mereka juga memiliki kendaraan pribadi di rumahnya.

Dikutip dari akun TikTok @palembang_terciduk pada Senin (14/11/22), Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala mencurigai adanya paham Apokaliptik.

Apokaliptik merupakan paham akhir dunia dan mencabut nyawanya dengan cara yang ekstrem.

Baca Juga: Miris, di Kalideres Ditemukan 4 Jasad Terkunci di Rumah, di Bekasi Ada Mayat dengan Tangan Kaki Terikat

Krimolog UI, Adrianus Meliala menyinggung adanya motif keyakinan apokaliptik atau keyakinan terhadap akhir dunia.

“jangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau apokaliptik dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrem,” ujar Adrianus yang dikutip dari akun TikTok @palembang_terciduk.

Menurutnya jika hanya karena kelapan itu sesuatu yang  tidak mungkin.

Baca Juga: 3 Hari Tercium Bau Tak Sedap, Ditemukan Satu Keluarga Tewas di Rumah Kalideres

Hal tersebut karena keluarga tersebut tinggal di kelas menengah dan memiliki aset untuk dijual jika benar tak punya uang untuk membeli makanan.

Selain itu dari informasi yang beredar juga mengatakan bahwa korban yang meninggal terakhir sempat menaburi jasad korban yang tewas duluan dengan kapur barus.***

Reporter Linda Wati
Editor Kiki Dian Sunarwati