Metropolitan

Kak Seto Mengaku Jadi Korban Prank dalam Kasus Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Ini Gelar Akademiknya

Oleh: Karseno AJ Minggu 06 Nov 2022, 10:51 WIB
Kak Seto Merasa Dikhianati usai terbongkarnya status anak bungsu Putri Candrawathi?

AYOJAKARTA.COM – Nama Prof. DR. H. Seto Mulyadi, S.Psi, M.SI, Psikolog dikenal oleh hampir sebagian besar rakyat Indonesia dengan sebutan akrab Kak Seto.

Selain dikenal sebagai aktivis yang concern dengan pembela anak, Kak Seto yang lahir pada 28 Agustus 1951 ini juga dikenal sebagai pemrakarsa boneka Si Komo.

Karakter boneka Si Komo milik Kak Seto memiliki makna filosofis hewan Komodo yang merupakan ciri khas hewan asal Indonesia, sebagaimana China dengan hewan Panda, Australia dengan Kangguru dan Rusia dengan Beruangnya.

Baca Juga: Kuat Maruf Berani Menyentuh Putri Candrawathi, Hakim Sorot Peran Kuat Maruf, Bukan Hanya Sopir Biasa?

Meski sudah tidak lagi muda, Kak Seto yang semasa kecil dikenal sebagai anak bandel dan hobby olahraga ekstrim ini masih selalu tampak bugar dan berpenampilan segar.

Pendiri sekolah non konvensional bernama HSKS (Homeschooling Kak Seto) ini sukses membawa KPAI (Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia) menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia yang mendapatkan masalah.

Kiprah pengembangan moral serta sepak terjangnya di dunia pengembagan anak, sampai saat ini masih belum ada yang mampu mengimbangi terlebih menyaingi.

Namun semua keistimewaan yang melekat pada nama besarnya, perlahan mulai berganti menjadi pertentangan dan melahirkan perdebatan.

Baca Juga: Istri Pertama Dedi Mulyadi Meninggal karena Kanker Rahim, Tinggalkan 1 Anak

Pasalnya, ketika Putri Candrawathi dinyatakan ikut terlibat dalam kasus penembakan yang mengakibatkan kematian Brigadir Joshua, ia justru dianggap melawan arus.

Betapa tidak, sebab sejak Kak Seto mengajukan diri untuk membela anak pasangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang dikabarkan menjadi korban perundungan, banyak kritik tertuju padanya.

Publik menganggap bahwa keputusan Kak Seto dalam membela kurang rasional serta diluar kewenangannya, selain karena keluarga Putri masih sangat mampu.

Keinginan Kak Seto ketika itu sampai membuat sejumlah warganet membuat lagu khusus untuk lelaki yang dikenal memiliki gaya rambut bergelar poni anti badai.

Baca Juga: Sidang Cerai Masih Berjalan, Anne Ratna Senyum Sumringah: Kebun Ambu Dibuka untuk Umum

Bahkan Kak Seto justru diminta menangani anak-anak yang hidup di kolong jembatan atau manusia silver yang masih tergolong anak-anak.

Dikutip Ayojakarta.com pada 6 November 2022 dari halaman instagram @lambe_turah, diketahui pernyataan dan penyesalannya.

Bayi Arka anak bungsu keluarga Sambo, sebagaimana diketahui publik dari persidangan yang menghadirkan saksi ART Susi bukan merupakan anak kandung Putri Candrawathi.

Kesaksian saksi ART Susi inilah yang kemudian membuat Kak Seto mendapat gelar baru sebagai korban prank, selain deretan gelar akademiknya yang keren tentu saja.

Pernyataan jujur sebagai korban prank, membuat unggahan tersebut dipenuhi beragam komentar warganet.

Baca Juga: KJP Bulan November 2022 Kapan Cair: Cek Penerima di kjp.jakarta.go.id dan Saldo via JakOne

“Ngerik nih keluarga Ferdy Sambo-Putri, sampai ke level  ART tukang bohong semua,” tulis akun @hipohan.

“Lain kali percaya netizen aja Pak, gini-gini kita punya indra ke 6,” tulis akun acipramesti yang disukai 5410 akun lain.

“Kak Seto juga nge-prank, sudah tua dipanggil Kak,” tulis _fdylaaaaaaaah yang mendapat like sebanyak 8709 warganet.

“Harusnya Kek Seto yaa, bukan Kak Seto,” balas akun tokoflavia.  ***

Reporter Karseno AJ
Editor Dian Naren