AYOJAKARTA.COM - Nama Bjorka belakangan ini santer terdengar di telinga masyarakat setelah diyakini berhasil membobol data masyarakat Indonesia dan beberapa dokumen Presiden hingga melakukan doxing pada pejabat Kominfo.
Dalam menanggapi kasus Bjorka, pemerintah telah melakukan beberapa hal untuk mengungkapkan identitas asli Bjorka.
Berita akhir-akhir ini pun diramaikan sudah tertangkapnya Bjorka dalam dua kota berbeda baik Cirebon maupun Madiun.
Namun kenyataannya, dua orang pemuda tersebut hanyalah seorang pemuda biasa yang menjadi korban salah tangkap.
Bahkan diketahui, seorang pemuda asal Madiun tersebut tidak mengerti cara mengoperasikan komputer.
Baca Juga: Profil Jim Geovedi, Sosok Hacker Ternama di Indonesia yang Dikaitkan dengan Kemunculan Bjorka
Tidak sampai disitu, Menkominfo pun sempat mengeluarkan pernyataan ia telah diperintahkan oleh presiden terkait pembentukan tim khusus yang diberi nama "emergency response team" yang diisi oleh gabungan anggota BSSN, Kominfo, Polri dan BIN.
Sejak dikeluarkannya pernyataan tersebut, hingga saat ini belum ada tindakan yang pasti dari pemerintah dalam menanggapi peretasan data. Bahkan, Bjorka pun masih eksis dalam Breach forum.
Perwakilan pemerintah lainnya, Menteri BUMN juga angkat bicara terkait pembocoran data yang dilakukan oleh Bjorka. Ia mengajak hacker serta para ahli digital untuk melindungi data negeri ini.
Jika ingin mengajak hacker untuk collab, kenapa pemerintah tidak menggunakan jasa Jim Geovadi?
Sepak terjang pria asal Lampung dalam dunia IT sebagai seorang hacker sudah diakui oleh banyak orang. Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui Suara.com Jim Geovadi pernah membobol sistem keamanan kedua satelit itu dan mengambil alih kontrolnya. Ia berhasil menggeser posisi satelit milik kliennya dari Tiongkok. Tak berhenti di situ, ia juga berhasil mengubah rotasi satelit kliennya dari Indonesia.
Baca Juga: Kisah Mbah Moen Bertemu Nabi Khidir AS, Sampaikan Tidak Boleh Anti dengan Hal Ini
Jim juga mengaku bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk mengendalikan jaringan internet di seluruh ruang siber Indonesia. Ia juga mengklaim bahwa ia tahu caranya untuk mengamati pergerakan data yang masuk serta mengalihkan lalu-lintas (traffic) data.
Saat ini, Jim diketahui juga memiliki perusahaan konsultasan jasa sistem keamanan siber yang bernama Xynexis International serta Noosc Global. Jasa yang ditawarkan mulai dari pengamanan sistem satelit, perbankan hingga telekomunikasi.
Jika pemerintah serius dalam menangani hal ini, kenapa tidak merekrut putra bangsa yang sudah memiliki rekam jejak yang pasti? ***