AYOJAKARTA.COM - KH Maimoen Zubair yang akrab disapa Mbah Moen dulunya merupakan ulama dan juga politikus Indonesia.
Semasa hidupnya, Mbah Moen telah membagi nasihat dan dan dakwah yang berguna.
Banyak sekali kisah tentang Mbah Moen, salah satunya yaitu saat beliau bertemu dengan Nabi Khidir AS.
Baca Juga: Manusia Pasti Melewati 7 Siklus Kehidupan Ini. Mbah Moen Sebut Penuh Cobaan dan Pasti Berputar
Pada saat masih muda dan menjadi santri, Mbah Moen alami kejadian yang luar biasa.
Dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Nasihat Kakek pada Jumat (16/9/2022), Mbah Moen berpesan kepada para santi.
“Kita tidak perlu menjelek-jelekkan orang yang bersekolah umum atau pendidikan yang mengikuti kurikulum, cukup sungguh-sungguh dalam mengaji ilmu agama,” ucap Mbah Moen.
Dulu saat masih mondok di Lirboyo, dari kuburan Setono Gedong sekitar pukul 11 siang Mbah Moen mendengar suara yang memanggil beliau.
Mbah Moen melihat dari kuburan itu ada seseorang yang berpakaian seperti petani, yang memakai caping.
“Kamu cinta sama saya, aku juga cinta sama kamu”, ujar orang tua yang dilihat Mbah Moen.
Baca Juga: 7 Siklus Kehidupan Manusia yang Penuh dengan Cobaan Kata Mbah Moen, Berikut Penjelasannya
“Sekarang kamu mempelajari ilmu agama melalui kitab-kitab yang berbahasa Arab. Nantinya kamu akan menemui suatu zaman pada zaman itulah kamu agama dipelajari menggunakan buku-buku terjemahan”, lanjut orang tua itu kepada Mbah Moen.
Orang tua itu pun memberikan pesan kepada Mbah Moen tidak boleh anti terhadap hal itu, akan tetapi Mbah Moen harus memegang dengan sungguh-sungguh mengaji kitab yang berbahasa arab.
Orang yang berpenampilan seperti petani itu berdoa sangat lama, dan diamini oleh Mbah Moen.
Baca Juga: Ijazah Amalan Dari Mbah Moen Agar Hidup Banjir Rezeki
Setelah berdoa orang itu kemudian menghilang. Orang itu adalah Nabi Khidir AS.
Setelah pertemuan itu, tak lama kemudian Mbah Moen muda terlihat seperti santri muda yang sangat alim.
Akan tetapi Mbah Moen pernah dawuh bahwa ia tidak hanya merasa susah karena terlihat sangat alim setelah pertemuan dengan Nabi Khidir AS.
Tetapi juga, kealiman dengan model seperti itu tidak bisa diwariskan kepada murid-murid, meskipun Mbah Moen tetap giat dalam belajar dan mengaji.
Mbah Moen tetap sungguh-sungguh dalam mengajar, mendidik dan mengaji dengan santri-santri. Padahal Mbah Moen sibuk berdakwah, menghidupi keluarga dan berbagai urusan masyarakat termasuk negara.***

Share this article
Semasa muda Mbah Moen bertemu dengan Nabi Khidir AS yang terlihat seperti berpakaian petani dan memakai caping, ini yang disampaikan.