AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah bocoran mengenai nominal fantastis yang dikeluarkan Ferdy Sambo beserta istri, Putri Candrawathi untuk 'menghadiahi' sejumlah pihak dalam kasus kematian Brigadir J.
Awalnya, klaim mengenai 'hadiah' tersebut diungkapkan oleh pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.
Di sisi lain, Kamaruddin Simanjuntak juga menyampaikan kondisi Putri Candrawathi saat peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J.
Baca Juga: Ini Tanggapan PPATK Terkait Permintaan Pengusutan Aliran Dana di Rekening Ferdy Sambo
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Pikiran Rakyat, dengan judul "Ini Nominal Fantastis yang Dikeluarkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk 'Hadiahi' Sejumlah Pihak".
Dalam pernyataannya, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa Putri Candrawathi saat kejadian dalam keadaan yang sehat.
"Walaupun dia di tempat kejadian, dia masih sehat melakukan dugaan penyuapan ke berbagai tempat, tiga diantaranya itu ada yang disuap, walaupun terjadi perbedaan angka," kata Kamaruddin.
Nominal uang yang dijadikan 'hadiah' dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pun dinilai luar biasa.
"Yang saya dapat 5 milyar, tetapi yang diucapkan oleh pengacara Bharada E 500 juta untuk dua orang, satu milyar untuk Bharada E," ujarnya, dikutip pada Rabu, 17 Agustus 2022.
Diketahui, Ferdy Sambo diduga melakukan penyuapan terhadap dua pegawai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menangani kasus kematian Brigadir J.
Baca Juga: Hasil Temuan Baru dari Pemeriksaan Rumah Dinas Ferdy Sambo oleh Komnas HAM!
Ferdy Sambo yang merupakan tersangka dari kasus pembunuhan Brigadir J ini juga telah dilaporkan ke KPK terkait dugaan suap.
Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diketahui ditembak mati dalam posisi berlutut, di kediaman Ferdy Sambo.
Hal itu diungkapkan Deolipa Yumara, mantan Pengacara Bharada Richard Eliezer (Bharada E), di program Dua Sisi tvOne.
Baca Juga: Pengacara Kamarudin Minta Istri Ferdy Sambo Segera Ditetapkan Tersangka Pembunuhan. Ini Alasannya!
Menurut Deolipa, Bharada E tega membunuh rekannya sendiri sebab berada dalam tekanan tinggi dari atasan. Jarak perintah dengan letusan peluru juga sangat sebentar.***