Metropolitan

Scan QRIS di Pasar Minggu? Sekarang Bisa! Digitalisasi Bikin Pasar Trasisional Semakin Mudah

Oleh: Fina Salsabila Aura Selasa 22 Jul 2025, 10:45 WIB
Ilustrasi. Program digitalisasi pasar ini memiliki tiga tujuan utama yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Jakarta.

AYOJAKARTA.COM - Pasar tradisional yang selama ini kita kenal dengan suasana ramai, aroma rempah yang khas, dan kehangatan interaksi antara pedagang dan pembeli, kini sedang mengalami perubahan besar yang sangat menarik.

Melalui Lomba Digitalisasi Pasar 2025, Pemerintah DKI Jakarta mengajak seluruh warga untuk menjadi bagian dari transformasi besar ini yang akan mengubah wajah pasar tradisional menjadi lebih modern, tertata rapi, dan yang paling penting adalah terkoneksi secara digital.

Perubahan ini bukan berarti menghilangkan ciri khas dan kehangatan pasar tradisional yang sudah menjadi bagian dari budaya kita.

Baca Juga: Wajib Coba! Tablet Huawei MatePad Pro 12.2 Inci dengan Keyboard Jenius yang Bikin iPad Pro Kalah

Melainkan justru memperkuat eksistensi pasar tradisional dengan memberikan sentuhan teknologi yang memudahkan semua pihak.

Bayangkan betapa asyiknya kalau kita masih bisa menawar harga sambil menikmati aroma sate kambing, tapi pembayarannya sudah bisa dilakukan dengan mudah menggunakan sistem digital yang praktis dan aman.

Program digitalisasi pasar ini memiliki tiga tujuan utama yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Jakarta: 

1. Mendorong inklusi keuangan yang berarti semua pedagang dan pembeli bisa mengakses layanan keuangan digital dengan mudah tanpa harus ribet dengan uang cash yang sering kali menjadi masalah saat berbelanja.

2. Meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama para pedagang UMKM yang selama ini mungkin masih gagap teknologi, kini akan diajari cara menggunakan berbagai aplikasi dan sistem digital yang bisa membantu usaha mereka berkembang.

3. Membuat pengalaman belanja di pasar menjadi lebih nyaman dan efisien bagi semua orang, mulai dari ibu-ibu yang belanja harian hingga anak muda yang mungkin baru pertama kali ke pasar tradisional.

Baca Juga: Wajib Cek Status! Pencairan Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Juli-September Sudah Dimulai, Ini 3 Cara Mudahnya

Kini dengan cukup scan QRIS saja, transaksi sudah beres tanpa perlu repot menghitung uang kembalian atau khawatir uang receh habis, semuanya jadi lebih praktis dan cepat.

Dampak positif dari program ini sangat terasa bagi para pedagang UMKM yang kini semakin siap bersaing dan naik kelas dalam menghadapi persaingan bisnis modern.

Mereka tidak hanya belajar cara menggunakan teknologi digital untuk transaksi, tapi juga mendapat pengetahuan tentang cara mengelola keuangan usaha, marketing online, hingga cara memperluas jangkauan pelanggan melalui platform digital.

Ini adalah kesempatan emas bagi pasar tradisional untuk tetap relevan dan terus tumbuh di era digital tanpa kehilangan karakteristik unik yang sudah menjadi daya tariknya selama puluhan tahun.

Mari kita dukung program ini dengan cara aktif berpartisipasi, entah itu sebagai pembeli yang mulai menggunakan pembayaran digital saat belanja di pasar, atau sebagai pedagang yang mau belajar dan mengadopsi teknologi baru.

Kita bisa mencari tahu lebih lanjut tentang program ini di pasar-pasar terdekat dan menjadi bagian dari perubahan positif yang akan membuat Jakarta semakin maju dalam bidang ekonomi digital.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky