Metropolitan

Pengamat Sebut Runtuhnya Dinasti Ratu Atut di Banten, Ada Campur Tangan Prabowo Subianto

Oleh: Asti Aureli Septania Jumat 29 Nov 2024, 19:53 WIB
Prabowo Subianto.

AYOJAKARTA.COM – Dinasti Ratut Atut, yang telah berkuasa selama bertahun-tahun, mengalami kekalahan telak dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banten 2024, di mana anggota keluarganya, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, tidak berhasil meraih suara yang cukup untuk menang.

Runtuhnya dinasti politik Ratu Atut Chosiyah di Banten tidak hanya disebabkan oleh faktor internal, tetapi juga melibatkan campur tangan dari tokoh politik nasional, yakni Prabowo Subianto.

Pada Pilkada Serentak 2024, keluarga Atut yakni Airin Rachmi Diany bersama pasangannya Ade Sumardi mengalami kekalahan dari pasangan calon (paslon) lawannya, Andra Soni-Dimyati Natakusumah.

Dukungan Prabowo Subianto terhadap pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah, dianggap sebagai salah satu faktor kunci yang mempengaruhi hasil pemilihan.

Baca Juga: Adakan Rapat Internal Istana, Presiden Prabowo Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Bantuan Sosial untuk Perangi Kemiskinan

“Publik di Banten mengalihkan perhatian politiknya kepada Andra Soni dan Dimyati Natakusumah sebagai sosok yang dipilih tapi yang paling penting adalah faktor endorsement dari Prabowo Subianto,” jelas pengamat politik Adi Prayitno, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Jumar, 29 Nobvember 2024.

Menurutnya, Prabowo dalam Pilkada kali ini bukan hanya sebagai Ketua Umum partai Gerindra namun secara tidak tertulis juga merupakan Presiden Indonesia.

“Ketika memberikan dukungan politik di situlah kemudian secara drastis, saya melihat komposisi dan konstelasi politik di Banten berubah secara total,” tambahnya.

Pengamat politik menilai bahwa "endorsement" dari Prabowo memberikan dorongan tambahan bagi lawan-lawan keluarga Atut untuk mendapatkan dukungan masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan 3 Bansos Ini Segera Dicairkan

Prabowo memiliki basis massa yang kuat di Banten dan telah berhasil memenangkan suara di daerah tersebut dalam pemilihan presiden sebelumnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat Banten mulai jenuh dengan kekuasaan keluarga Atut yang sudah berlangsung lama dan mulai menyadari isu-isu korupsi yang melibatkan mereka.

Hal ini menciptakan celah bagi kekuatan baru untuk masuk dan menggantikan dinasti yang telah berkuasa.

Dengan demikian, jika diamati runtuhnya dinasti Ratu Atut di Banten merupakan kombinasi dari faktor internal keluarga dan pengaruh eksternal dari tokoh politik seperti Prabowo Subianto.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana