Metropolitan

Pasca Debat Kedua, Ridwan Kamil Yakin Elektabilitasnya Meningkat: Kami Punya Pengalaman

Oleh: Nisrina Harum Lestari Rabu 30 Okt 2024, 20:45 WIB
Ridwan Kamil, Cagub Jakarta Nomor Urut 1

AYOJAKARTA.COM – Calon Gubernur Nomor Urut 1, Ridwan Kamil optimis elektabilitasnya akan meningkat setelah debat kedua Pilgub Jakarta 2024 lalu.

Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, elektabilitasnya sudah melebihi 50 persen.

Meski unggul, Ridwan Kamil tetap yakin elektabilitasnya akan terus meningkat pasca debat.

Terlebih, ia dan pasangannya yakni Suswono sama-sama mempunyai pengalaman yang jelas.

Baca Juga: Pramono Anung dan Rano Akan Beri Sarapan Gratis dan Janji Ini untuk Warga Jakarta, Catat dan Tagih Jika Menang!

“Kan di TV hasilnya bagus ya, rata-rata di atas 50 persen. Mudah-mudahan merefleksikan keyakinan bahwa kami punya pengalaman,” kata Ridwan Kamil dikutip ayojakarta.com dari YouTube Nusantara TV, Rabu (30/10/2024).

Ridwan mengungkapkan dirinya sangat percaya diri ketika menjawab pertanyaan dalam debat kemarin.

Terlebih, dirinya mampu menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan termasuk tentang masa lalunya ketika menjabat sebagai kepala daerah.

Ia menjelaskan, pertanyaan yang berkaitan tentang masa lalunya dijawab dengan alasan logis.

Baca Juga: Pernyataan Cawagub Suswono Soal Janda Kaya Tuai Kontroversi, Berpengaruh pada Elektabilitas di Pilkada Jakarta?

Menurutnya, seorang pemimpin harus berani berimajinasi meski hasilnya tak selalu berhasil.

“Saya menjawab juga kan ditanya masa lalu saya, saya jawab juga dengan alasan-alasan yang logis tentang pemimpin harus punya imajinasi bahwa berhasil tidak berhasil tidak semua selalu lancar,” ungkapnya.

Bagi mantan Gubernur Jawa Barat itu, pemimpin yang buruk adalah sosok yang tak mau mengambil keputusan.

Ia menilai, tak masalah apabila suatu keputusan tidak bisa berhasil sesuai harapan.

Baca Juga: Turun di Wilayah Ini! Simak Tren Angka Penduduk yang Punya HP Berdasarkan Jenis Kelamin di DKI Jakarta

Namun yang terpenting adalah seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan.

“Tetapi yang penting seburuk-buruknya pemimpin adalah pemimpin yang nggak mau mengambil keputusan. Bahwa putusannya kadang berhasil kadang gagal nggak masalah, tapi jangan tidak ngambil keputusan. Itu sikap saya dalam memimpin,” ujarnya.

Ridwan berkomitmen tetap blusukan ke berbagai daerah di Jakarta hingga masa kampanye berakhir.

Pihaknya akan fokus mendatangi berbagai daerah di Jakarta yang minim suara.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah