Metropolitan

Hati-hati! Ini 3 Daerah yang Marak Aksi Penipuan di DKI Jakarta, Ada yang Tembus 2.000 Kasus

Oleh: Lilia Sari Selasa 29 Okt 2024, 13:23 WIB
Kasus penipuan yang terjadi di keenam daerah di DKI Jakarta ini berada dalam jumlah yang berbeda, daerah mana saja yang dimaksud?

AYOJAKARTA.COM -- Penipuan menjadi salah satu aksi kejahatan yang kerap terjadi di DKI Jakarta.

Semua wilayah di DKI Jakarta, yaitu Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara pernah terjadi kasus penipuan.

Kasus penipuan yang terjadi di keenam daerah di DKI Jakarta ini berada dalam jumlah yang berbeda.

Baca Juga: Jumlah Pengangguran Jakarta menurun Beberapa Tahun Terakhir tetapi Jam Kerja Meningkat!

Setidaknya, ada tiga daerah yang marak terjadi aksi penipuan.

Kira-kira, daerah mana saja yang dimaksud?

Dilansir ayojakarta.com dari laman web-api.bps.go.id, berikut ini tiga daerah yang marak dengan aksi penipuan di DKI Jakarta.

3. Jakarta Barat

Daerah ketiga di DKI Jakarta yang marak dengan aksi penipuan adalah Jakarta Barat.

Baca Juga: Daftar Jumlah Tempat Ibadah Menurut Wilayah yang Ada di DKI Jakarta Berdasarkan Data BPS Terbaru

Aksi penipuan yang terjadi di Jakarta Barat tercatat sebanyak 350 kasus pada tahun 2023.

2. Jakarta Pusat

Daerah kedua di DKI Jakarta yang marak dengan aksi penipuan adalah Jakarta Pusat.

Aksi penipuan di Jakarta Pusat tercatat sebanyak 517 kasus pada tahun 2023.

Baca Juga: Jadi Moda Transportasi Favorit Warga, Segini Jumlah Sepeda Motor di DKI Jakarta

1. Jakarta Selatan

Daerah pertama di DKI Jakarta yang marak dengan aksi penipuan adalah Jakarta Selatan.

Jumlah kasus penipuan yang terjadi di Jakarta Selatan paling banyak dibandingkan daerah-daerah lainnya.

Berdasarkan data BPS 2023, aksi penipuan di Jakarta Selatan mencapai 2.246 kasus.

Baca Juga: Jakarta Meriah! Fourtwnty Siap Meriahkan Pesta Belanja dan Konser Akhir Tahun di Big Bang Festival 2024

Demikian adalah tiga daerah yang marak aksi penipuan di DKI Jakarta.***

Reporter Lilia Sari
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil