Metropolitan

Debat Memanas! Singgung Track Record Rano Karno saat Jadi Wagub dan Gubernur Banten, Ridwan Kamil: Pemimpin Jangan Cari Alasan

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Senin 28 Okt 2024, 06:34 WIB
Ridwan Kamil bertanya kepada Rano Karno terkait track record selama menjabat sebagai Wakil Gubernur dan Gubernur Banten tahun 2012-2015.

AYOJAKARTA.COM -- Debat kedua Pilgub DKI Jakarta 2024 berlangsung Minggu malam, 27 Oktober 2024.

Pendukung ketiga paslon Cagub dan Cawagub Jakarta memadati arena debat kedua di Beach City Internasional Stadium, Ancol, Jakarta Utara.

Atmosfer debat kedua sempat memanas saat paslon calon urut satu Ridwan Kamil-Suswono dan nomor urut tiga Pramono Anung-Rano saling adu argumen.

Baca Juga: Persepsi akan Panggil LSI dan Poltracking soal Rilis Elektabilitas Pilgub Jakarta yang Bertolak Belakang, Mana Survei yang Benar dan Jujur?

Debat kedua pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024 kembali digelar.

Ketiga paslon Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono Anung-Rano Karno kembali akan mengemukakan visi misi tema debat yaitu Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial.

Pasangan nomor urut satu Ridwan Kamil-Suswono menanyakan terkait Indeks Pembangunan Manusia kepada pasangan nomor urut satu, Pramono Anung-Rano Karno.

Ridwan Kamil bertanya kepada Rano Karno terkait track record selama menjabat sebagai Wakil Gubernur dan Gubernur Banten tahun 2012-2015.

Baca Juga: RK-Suswono dan Pramono-Rano Adu Kuat Elektabilitas Pilgub Jakarta 2024, Hasil Survei Beberkan Paslon Ini Bisa Menang 1 Putaran

Ridwan menyoroti IPM Provinsi Banten tidak mengalami kenaikan, bukan stabil tetapi malah menunjukkan penurunan angka.

"Dalam catatan saya dadi 2012-2017, IPM Banten tidak naik, yang terjadi bukan stabil malah turun 0,07%, apa kendalanya apa permasalahannya?" tanya Ridwan, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube Kompas TV, hari Senin, 28 Oktober 2024.

Rano Karno pun menanggapi pertanyaan Ridwan Kamil dengan penjelasan data dan fakta.

Wagub Banten 2012-2013 dan Plt Gubernur Banten 2013-2015 ini mengatakan ada perbedaan kemajuan dan perkembangan wilayah di Provinsi Banten.

Baca Juga: Ridwan Kamil-Suswono Bakal Sulap Pasar Glodok Jadi Kawasan Wisata Jika Terpilih di Pilgub Jakarta

"Kabupaten Tangerang, kota Tangerang Selatan, Tangerang itu establish sebagai sebuah population, tapi Pandeglang, lebak, harus diakui jujur," ujar Rano.

Mantan Gubernur Banten sisa masa jabatan 2015-2017 ini mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan 13 proyek Nasional untuk Provinsi Banten.

"Saya sangat bersyukur, Presiden Joko Widodo memberikan 13 proyek Nasional pada Provinsi Banten. Yang pertama Bandara Soekarno Hatta itu diakui sebagai Bandara Banten bukan Bandara Jakarta. Kemudian Tol Serang-Panimbang itu diberikan ke Provinsi Banten," ujarnya.

"Artinya Banten secara teritori dan kesejahteraan ada di Tangerang Raya tentu Pandeglang, Lebak untuk dikembangkan," terang Rano.

Baca Juga: Tanggapi Hasil Survei Elektabilitas Cagub dan Cawagub Pilgub Jakarta 2024, Ridwan Kamil: Jawabannya Sama...

Politikus PDI Perjuangan yang dikenal dengan sapaan Bang Doel ini juga berharap bahwa Banten bisa menaikkan IPM setelah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus.

"Alhamdulillah dengan diberikan Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di Tanjung Lesung, Insya Allah Banten segera bisa mengejar Indeks." ungkapnya.

Mendengar jawaban Rano Karno, Ridwan Kamil justru menyoroti terkait pemimpin harus bisa berkoordinasi hingga muncul pernyataan "jangan mencari alasan".

Menurutnya, warga membutuhkan pemimpin yang berpengalaman dan bisa mengatasi situasi apapun yang berhubungan dengan kesejahteraan dan tingkat ekonomi penduduk wilayah yang dipimpinnya.

Baca Juga: Pramono Anung Kunjungi Sunter, Sebut Akan Selesaikan Permasalahan Lahan Warga apabila Menang Pilgub Jakarta 2024

"Secara survei, rakyat Jakarta butuh pemimpin berpengalaman. Tugas pemimpin adalah berkoordinasi apalagi disampaikan fakta sudah diberi begitu banyak proyek strategis Nasional dari Pak Jokowi, tapi dari catatan IPM turun, tingkat pengangguran terbuka hanya turun 0,08 persen, masih ada desa tertinggal di akhir masa jabatan Abang yaitu 48 desa tertinggal," ujar Ridwan.

"Menjadi pemimpin tidak perlu mencari alasan ke orang lain. Mudah mudahan kalau terpilih kita fokus Jakarta lebih baik," pungkasnya.

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil