AYOJAKARTA.COM - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil jejak pendapat terbaru elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024.
Hasilnya setelah beberapa bulan ini tertinggal, kini pasangan Pramono Anung-Rano Karno mengungguli pasangan Ridwan Kamil-Suswono.
Namun hasil survei Poltracking justru menunjukkan hasil yang berbeda.
Hasil elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono masih bertengger paling tinggi di angka lebih dari 50%.
Saling salip elektabilitas hasil survei terjadi di Pilkada Jakarta tahun 2024.
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan untuk pertama kalinya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut tiga Pramono Anung-Rano Karno unggul dan menyalip pasangan R1DO di angka 41,6%.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan menuturkan pasangan nomor urut tiga Pramono Anung-Rano Karno memiliki peningkatan elektabilitas yanh cukup signifikan dalam satu bulan terakhir.
Dari survei yang dilakukan LSI tanggal 6-12 September 2024, Paslon nomor urut tiga meraih elektabilitas 28,4% sedangkan pada survei 10-16 Oktober 2024 unggul di angka 41,6%.
Hasil ini menyalip elektabilitas paslon nomor urut satu Ridwan Kamil-Suswono di angka 37,4% dan meninggalkan pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dengan elektabilitas 6,0%.
"Kecenderungan tren naik dari dukungan atau elektabilitas dari pasangan Pramono-Rano pad 28,4% pada September sekarang menjadi 41,6%," ujar Djayadi, dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube METRO TV, Jum'at, 25 Oktober 2024.
"Jadi jarak antara Pramono-Rano sekarang di angka sekitar 4%, kalau lihat angka absolut sudah cross," terangnya.
Di sisi lain, survei Poltracking yang dirilis 23 Oktober 2024 justru menunjukkan hasil yang berbeda dengan LSI.
Paslon Cagub Cawagub nomor urut satu RK-Suswono justru unggul di angka 51,6%, Dharma-Kun 3,9%, sedangkan Pramono-Rano 34,6%.
Direktur Poltracking Indonesia, Hanta Yuda mengatakan paslon Ridwan Kamil-Suswono berpeluang bisa memenangkan kontestasi Pilgub Jakarta 2024 dalam satu putaran.
"Tapi dari sisi elektabilitas memang ada potensi Pilkada yang berlangsung di Jakarta 2024 bisa satu putaran. Kalau menggunakan data per hari ini (23 Oktober 2024) yang memenangkan Pilkada Jakarta paslon nomor satu RK-Suswono dengan angka 51,6%," ujar Hanta.
Hanta juga memaparkan elektabilitas paslon Cagub Cawagub DKI Jakarta 2024, dan hasilnya Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono Anung-Rano Karno sama-sama mengalami kenaikan elektabilitas sedangkan Dharma Pongrekun-Kun Wardana justru mengalami penurunan.
Baca Juga: Ridwan Kamil-Suswono Bakal Sulap Pasar Glodok Jadi Kawasan Wisata Jika Terpilih di Pilgub Jakarta
Melihat saling salip menyalip elektabilitas di Pilgub Jakarta 2024, cagub dan cawagub pun memberikan komentarnya.
Cagub nomor urut satu, Ridwan Kamil menyatakan akan tetap berupaya semaksimal mungkin menyampaikan visi misi dan melakukan kegiatan pengenalan program kerja di sisa masa kampanye tanpa terpengaruh terhadap hasil survei.
"Misalnya besuk ada rilis survei, jawaban saya juga sama, terus bekerja melakukan kegiatan sampai akhir masa kampanye karena metode survei saja beda-beda. Samplingnya juga beda-beda, tidak ada survei yang sama," ujar Ridwan Kamil.
Sementara itu Cawagub nomor urut dua, Kun Wardana tetap bersyukur dan terus berjuang hingga akhir Pilkada Jakarta 2024.
"Apapun hasilnya kita akan tetap terus berjuang. Ini sebenarnya bukan untuk kami tapi sebenarnya untuk warga Jakarta. Kita punya idealisme untuk bisa membantu warga Jakarta. Bagaimana warga Jakarta ini bisa memiliki kesejahteraan, memiliki kesetaraan," terang Kun Wardana.
Cawagub nomor urut tiga, Rano Karno menilai hasil survei kita akan menjadi motivasi baginya untuk kerja lebih keras lagi di sisa maka kampanye Pilkada Jakarta 2024.
"Aspirasi masyarakat itu terlihat dari angka dan artinya ini membuat kita semangat ya mudah-mudahan menjelang hari masa tenang, kita sudah bisa maksimal usaha kita, mudah-mudahan kita bisa satu putaran," ujar Rano Karno.***

Share this article
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil jejak pendapat terbaru elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.