Metropolitan

Lembaga Survei Rilis Elektabilitas Peserta Pilkada Jakarta, Ridwan Kamil Vs Rano Karno Siapa Lebih Unggul?

Oleh: Karseno AJ Jumat 25 Okt 2024, 13:39 WIB
Pasangan Pramono-Rano disebut-sebut sudah berhasil mengimbagi bahkan melampaui posisi elektabilitas Rido di Pilkada Jakarta.

AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan hasil survei terbaru, Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) memprediksi Pilkada Jakarta akan berlangsung dua putaran.

Adanya kecenderungan ekuivalensi elektabilitas yang dimiliki oleh pasangan Ridwan Kamil-Suswono (Rido) dengan Pramono-Rano, ditengarai LSI menjadi alasan Pilkada Jakarta jadi lebih menarik.

Dalam hasil survei yang dirilis LSI, pasangan Pramono-Rano disebut-sebut sudah berhasil mengimbagi bahkan melampaui posisi elektabilitas Rido di Pilkada Jakarta.

Terkait dengan hasil survei yang dirilis LSI, Ridwan Kamil menyebut tetap berusaha sebaik mungkin meski elektabilitasnya di Pilkada Jakarta telah dilampaui Pramono.

“Mau lagi bagus mau lagi kurang, tetaplah bekerja sampai akhir waktu, sampai akhir masa kampanye karena metode survei beda-beda,” tegas R, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Jumat, 25 Oktober 2024.

Baca Juga: Elektabilitas Pasangan Rido Merosot! Hasil Survei Terkini Ungkap Perhelatan Pilkada Jakarta Berlangsung Dua Putaran

Berbeda dengan RK, Pramono yang memperoleh elektabilitas mencapai 41 persen menurut survei LSI percaya menang satu putaran merupakan hal memungkinkan.

Guna mencapai kemenangan di ajang Pilkada Jakarta tersebut, Pramono menyebut akan melakukan kerja-kerja yang lebih keras serta berbekal rasa optimis.

Hal serupa terkait optimisme juga disampaikan oleh Kun Wardana selaku Cawagub jalur independen Nomor urut 2.

“Apapun hasilnya kita terus berjuang, ini bukan untuk kami tetapi untuk warga Jakarta supaya memiliki kesejahteraan, kesetaraan dan menikmati pembangunan,” jelasnya.

Meski pasangan Pramono-Rano ditengarai unggul menurut survei LSI, hal berbeda justru disampaikan oleh Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia.

Baca Juga: Berapa Gajinya? Berikut Tugas dan Wewenang Pengawas TPS Pilkada 2024, Panduan Lengkap untuk Calon PTPS

Berdasarkan hasil survei yang sudah dilakukan, Hanta Yuda menilai perolehan elektabilitas pasangan Rido dalam Pilkada Jakarta cenderung berada pada posisi stabil.

Kecenderungan terjadinya perubahan suara dukungan politik secara signifikan, menurut Hanta memungkinkan untuk terjadi apabila sejumlah kondisi terpenuhi.

“Biasanya ada empat variabel yang akan mempengaruhi naik-turunnya elektabilitas serta tren,” ungkap Hanta.

Di samping performa selama kampanye dan debat serta citra personal, variabel lain yang turut mempengaruhi elektabilitas menurut Hanta adalah program dan ledakan isu.

Terkait komposisi pertarungan yang terjadi menyangkut aspek citra personal, Hanta menilai sosok Ridwan Kamil dan Rano Karno merupakan pengukuh dari kubu masing-masing.

Baca Juga: Pengamat Politik Ungkap Fakta Menarik, Jumlah Putaran di Pilkada Jakarta Ternyata Ditentukan oleh Pasangan Dharma-Kun

Perubahan elektabilitas yang sangat signifikan, menurut Hanta tidak akan terjadi apabila setiap pasangan calon menunjukan perilaku yang diharapkan pemilih.

“Selama tidak ada blunder politik seperti 2017, gempa politik seperti menjadi tersangka secara hukum atau asusila, biasanya tidak terjadi perubahan signifikan,” imbuhnya.

Terkait hasil survei yang sebelumnya telah dirilis oleh LSI, Hanta menilai elektabilitas pasangan Rido masih unggul dengan 51 persen dan 31 persen untuk Pramono-Rano.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana