AYOJAKARTA.COM - Didukung oleh koalisi partai gemuk dalam ajang Pilkada Jakarta, pasangan Ridwan Kamil-Suswono (Rido) oleh sebagian kalangan disebut-sebut akan menang dalam satu putaran.
Anggapan pasangan Rido akan menang satu putaran dalam Pilkada Jakarta mencuat karena elektabilitasnya yang tinggi menurut hasil sejumlah lembaga survei.
Berada di urutan puncak dengan 52 persen, pasangan Rido jauh mengungguli pasangan Dharma-Kun serta Pramono-Rano yang menjadi rivalnya di Pilkada Jakarta.
Namun hasil survei terbaru menunjukkan perhelatan Pilkada Jakarta yang akan dilakukan pada November mendatang diprediksi akan terjadi dalam dua putaran.
Pandangan tersebut muncul setelah Lembaga Survei Indonesia atau LSI merilis tingkat elektabilitas dari masing-masing peserta Pilkada.
Menurut Djayadi Hanan selaku Direktur Eksekutif LSI, tren elektabilitas yang terjadi pada masing-masing calon peserta Pilkada menunjukkan nilai statistik yang signifikan.
Sempat unggul dan menempati posisi paling atas, Djayadi Hanan menilai pasangan Rido menunjukkan tren penurunan.
Sementara kedua pasangan peserta Pilkada lainnya yakni Dharma-Kun serta Pramono-Rano justru memperlihatkan hal sebaliknya.
Penurunan nilai elektabilitas yang terjadi pada pasangan Rido, menurut Djayadi Hanan karena adanya peningkatan terhadap kedua lawan.
Baca Juga: Jelang Pilkada DKI Jakarta 2024, KPU Kepulauan Seribu Siapkan Pendistribusian Logistik
Berdasarkan survei yang dirilis pasca pelantikan pemerintahan Prabowo dengan tingkat margin of error 2,9, Djayadi menilai pasangan Pramono saat ini justru unggul.
“Untuk sementara pada Oktober ini Pramono-Rano sudah unggul meskipun keunggulannya belum signifikan karena selisihnya cuma empat persen,” jelasnya, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Kamis, 24 Oktober 2024.
Mengacu kepada besaran nilai margin of error serta perolehan dari pasangan Rido serta Pramono-Rano, Djayadi menganggap kedua pasangan tersebut saat ini sama-sama kuat.
Namun demikian, Djayadi menilai pasangan Pramono-Rano secara statistik saat ini sudah melampaui cukup jauh elektabilitas dari kedua pasangan lainnya.
Menelisik pada sejumlah hasil elektabilitas serta tren survei pada bulan September lalu, LSI mencatat adanya tren menurun pada pasangan Rido.
“Ada kecenderungan penurunan dari elektabilitas Ridwan Kamil dan Suswono, disaat yang sama ada kenaikan pada pasangan Pram-Rano,” ungkapnya.
Lebih lanjut Direktur Eksekutif LSI menyebut tren penurunan elektabilitas pada pasangan Rido, terjadi karena meningkatnya dukungan terhadap kedua pesaingnya.
Sebanyak lebih dari 10 persen dukungan terhadap Rido saat ini beralih ke Pramono-Rano, dan sedikit ke pasangan Dharma-Kun.
“Penurunan Rido lebih dari 10 persen itu cenderung ke Pram-Rano, sedikit ke pasangan Dharma-Kun,” tegas Djayadi.
Mengacu kepada variabel hasil survei tersebut, Direktur Eksekutif LSI memprediksi perhelatan Pilkada Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran.***

Share this article
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memprediksi perhelatan Pilkada Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran.