AYOJAKARTA.COM – Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono berkunjung ke kawasan Glodok, Jakarta Barat.
Dalam kunjungannya, Ridwan Kamil dan Suswono menyapa sekaligus berbincang dengan warga Tionghoa di Glodok.
Ridwan Kamil dan Suswono menerima berbagai curhatan, salah satunya dari seorang anggota komunitas Tionghoa.
Anggota komunitas tersebut meminta agar RK-Suswono membangun Glodok menjadi destinasi wisata.
Menanggapi hal tersebut, Ridwan akan merevitalisasi kawasan Glodok apabila terpilih pada Pilgub Jakarta 2024 mendatang.
Ridwan mengatakan kawasan Glodok nantinya akan disulap menjadi destinasi wisata yang dapat menarik perhatian para turis.
Saat ini, destinasi wisata di Glodok masih minim sehingga turis yang datang ke kawasan tersebut masih sedikit.
Menurutnya, seharusnya jumlah turis yang berkunjung ke kawasan Glodok bisa berlipat-lipat.
Baca Juga: Kun Wardana Ungkap Rasa Syukur Atas Hasil Survei Elektabilitas Pilgub Jakarta 2024, Ini Alasannya
“Ke depan kawasan Glodok ini benar-benar jadi destinasi wisata. Kalau destinasi wisata kan ukurannya ada berapa turis yang datang ke sini. Nah, itu harusnya jumlahnya berlipat-lipat,” kata Ridwan dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Kamis (24/10/2024).
Ridwan berjanji akan mengupgrade kawasan Glodok menjadi destinasi wisata yang memikat wisatawan.
Nantinya, ia akan menyulap kawasan Glodok menjadi destinasi wisata berbasis keberagaman.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu ingin kawasan Glodok menjadi destinasi wisata yang nyaman bagi para wisatawan.
Baca Juga: PPPK DKI Jakarta Tembus 4 Ribuan! Intip Statistik 7 Kota dan Kabupaten, Mana yang Paling Banyak?
Sebab jika para wisatawan betah berlama-lama di kawasan tersebut, tak menutup kemungkinan mereka akan menggunakan uangnya untuk berbelanja.
Dengan begitu, perekonomian di kawasan Glodok akan hidup kembali.
“Sehingga nanti kalau terpilih kita akan upgrade agar betul-betul orang ke sini itu betah berlama-lama buang uang untuk belanja, spendingnya untuk makan dan sebagainya sehingga terasa ekonominya itu oleh wisata yang berbasis dengan keberagaman,” tutupnya.***