AYOJAKARTA.COM -- Jumlah angkatan kerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta mencapai angka yang tinggi.
Tercatat lebih dari 5 juta pekerja baik formal maupun informal berasal dari tingkat pendidikan yang beragam.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi jakarta.bps.go.id, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2024, jumlah angkatan kerja di wilayah Provinsi Jakarta mencapai 5,43 juta orang.
Baca Juga: Ini Dia 4 Daerah dengan PNS Terbanyak di DKI Jakarta, Jaksel Termasuk tapi Bukan Nomor 1
Angka ini naik 2,10 persen dibandingkan tahun 2023 atau naik 179 ribu orang.
Rinciannya, penduduk dengan status bekerja di wilayah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 5,11 juta orang atau naik sebanyak 249 ribu orang dibandingkan tahun 2023.
Lapangan pekerjaan di Jakarta bukan hanya berasal dari sektor formal melainkan juga informal.
Angkatan kerja masing-masing kota di wilayah Provinsi DKI Jakarta memiliki tingkat pendidikan yang bervariasi.
Baca Juga: Data BPS: Perempuan di Jakarta Lebih Banyak Mengalami Keluhan Kesehatan
Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh angkatan kerja di terbesar berasal dari lulusan SMA/SMK Sederajat.
Banyak pekerja lulusan SMA di wilayah Provinsi DKI Jakarta justru memiliki pekerjaan informal hingga menyerap tenaga kerja hingga 1,84 juta orang di tahun 2024.
Pekerja infomal diartikan pekerja yang berstatus berusaha sendiri dan pekerja bebas di sektor pertanian dan nonpertanian misalnya perdagangan, industri, dan jasa.
Lalu berapa pendapatan bersih pekerja infomal di wilayah Provinsi DKI Jakarta?
Berdasarkan data BPS Provinsi DKI Jakarta update 28 Februari 2024, pendapatan bersih rata-rata pekerja informal lulusan SMA/SMK sederajat di wilayah Provinsi DKI Jakarta berkisar Rp2,1 juta hingga Rp4,7 juta.
Berikut empat kota dengan pendapatan bersih rata-rata pekerja informal lulusan SMA, SMK Sederajat yang terbesar.
1. DKI Jakarta
Pendapatan bersih rata-rata pekerja informal lulusan SMA SMK Sederajat di kota DKI Jakarta sebesar Rp3.957.275.
Khususnya bagi pekerja lulusan SMA, SMK Sederajat, rata-rata pendapatan bersih yang diterima setiap bulannya mencapai Rp4.300.247.
Nominal ini hanya selisih Rp500 ribuan dengan pekerja informal lulusan SMP sederajat.
2. Kota Jakarta Barat
Pendapatan bersih pekerja informal di kota Jakarta Barat hampir sama dengan DKI Jakarta yaitu Rp 3.932.710
Khususnya untuk lulusan SMA, SMK Sederajat , pendapatan bersih yang diterima mencapai Rp4.402.714
Nominal ini hanya selisih Rp100 ribu dengan pendapatan bersih rata-rata yang diterima pekerja informal lulusan SMA, SMK Sederajat di kota DKI Jakarta.
3. Jakarta Selatan
Pendapatan bersih rata-rata pekerja informal lulusan SMA SMK Sederajat di kota Jakarta Selatan terbesar kedua dibandingkan kota lainnya di Provinsi DKI Jakarta.
Nominal yang didapatkan pekerja informal rata-rata mencapai Rp4.446.097.
Pekerja informal lulusan SMA SMK Sederajat di kota Jakarta Selatan memiliki pendapatan bersih sebesar Rp4.737.687 per bulannya.
4. Jakarta Utara
Pendapatan bersih rata-rata pekerja informal di kota Jakarta Utara yang terbesar dibandingkan dengan enam kota atau kabupaten administrasi lainnya di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Tercatat pendapatan bersih rata-rata yang diterima pekerja informal di wilayah Provinsi DKI Jakarta mencapai Rp4.746.281
Khususnya untuk lulusan SMA, SMK Sederajat, nominal pendapatan bersih rata-rata yang diterima sebesar Rp5.747.644.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan UMP Provinsi DKI Jakarta tahun 2024 yaitu Rp5.067.381.