AYOJAKARTA.COM – Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan di suatu wilayah.
Ini merupakan salah satu unsur pokok inti dalam penghitungan indeks pembangunan manusia (IPM).
Kesehatan menjadi salah satu tujuan pembangunan wilayah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hal ini dilakukan agar kualitas hidup yang adil dan merata bagi masyarakat Jakarta bisa tercipta.
Baca Juga: Jumlah Wisatawan di Jakarta Melonjak, Ini 5 Objek Wisata yang Paling Berkontribusi
Tercapainya derajat kesehatan yang memadai merupakan ukuran keberhasilan peningkatan kualitas hidup.
Tujuan pembangunan wilayah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu aspek kesehatan harus dipertimbangkan.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis statistik kesehatan penduduk DKI Jakarta tahun 2023.
Data kesehatan di DKI Jakarta tertuang dalam Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta Volume 16 Tahun 2024 yang dirilis pada 26 September 2024.
Baca Juga: Perbandingan Jumlah Tempat Ibadah di Jakarta Menurut Data BPS
Dikutip ayojakarta.com dari jakarta.bps.go.id pada Rabu (23/10/2024), untuk melihat derajat kesehatan penduduk maka indikator yang digunakan adalah persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan.
Pada 2023, tercatat jumlah penduduk yang mengalami keluhan ada sebanyak 20,95 persen.
Angka ini lebih tinggi dibanding data yang tercatat pada 2022 yang hanya sebesar 16,67 persen.
Peningkatan penduduk yang mengalami keluhan kesehatan mengindikasikan bahwa derajat kesehatan serta kepedulian masyarakat terhadap kesehatan menurun.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, penduduk yang mengalami keluhan kesehatan paling banyak adalah perempuan.
Pada 2023, jumlah penduduk perempuan di Jakarta yang mengalami keluhan kesehatan sebanyak 22,33 persen.
Sementara, penduduk laki-laki di Jakarta yang mengalami keluhan kesehatan sebesar 19,55 persen.***

Share this article
Menurut data BPS, perempuan di Jakarta lebih banyak mengalami keluhan kesehatan, segini persentasenya.