AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar rapat terbatas untuk membahas kemacetan yang terjadi di Jalan TB Simatupang.
Hasil rapat tersebut adalah berupa sejumlah langkah jangka pendek dan menengah untuk mengatasi masalah kemacetan.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengumumkan langkah-langkah strategis yang akan ditindaklanjuti untuk mengatasi masalah tersebut.
Langkah jangka pendek pertama adalah review proyek galian yang sedang berlangsung, seperti proyek IPALD dan perpipaan Rusun Tanjung Barat.
Baca Juga: Spesifikasi Oppo Reno 14 5G: Ponsel All Rounder dengan RAM 16 GB
Proyek-proyek tersebut ditargetkan selesai pada Oktober dan November 2025.
Langkah kedua adalah mempercepat pengerjaan proyek, yakni menggunakan sistem 24 jam non-stop.
Transjakarta dan PAM Jaya diinstruksikan untuk memperpendek pagar proyek dan menempatkan flagman.
Langkah ketiga adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatur buka-tutup pintu tol pada jam-jam sibuk.
Baca Juga: KKS Baru bagi KPM Burekol Dibagikan! Ada Laporan Saldo Masuk Rp750 Ribu, PKH dan BPNT Tahap 3 Cair?
Langkah keempat adalah melakukan optimalisasi area publik menjadi halte atau parkir sementara.
Langkah kelima adalah memanfaatkan trotoar di area proyek untuk memperlebar ruas jalan.
Langkah keenam adalah menjalin sinergi antar-lembaga, seperti Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
Langkah ketujuh adalah menyediakan informasi lalu lintas terkini dengan bekerja sama dengan platform navigasi, seperti Google.
Sementara itu, solusi jangka menengah yang dikaji adalah pembangunan underpass atau flyover di perempatan besar.
Baca Juga: Cek Status Bansos PKH dan BPNT Tahap 3: Tampilan SIKS-NG Sudah Berubah Proses Cek Rekening?
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.
Demikian adalah rumusan langkah taktis mengatasi kemacetan di kawasan Jalan TB Simatupang.***