AYOJAKARTA.COM - Menjadi bukti kerasnya ambisi Persija dan kokohnya semangat melawan Malut United, Jakarta International Stadium masih menyimpan tekad membaja dari kedua tim.
Bertandang ke Jakarta International Stadium atau JIS yang merupakan kandang Persija , Malut United menjelang laga berjanji akan membuat The Jakmania menelan rasa kecewa.
Usai peluit panjang penanda waktu tanding ditiup, papan skor Jakarta International Stadium atau JIS akhirnya mencatat skor 1-1 untuk kedua tim kesebelasan.
Meski kembali ditinggal oleh ribuan orang dari kedua kubu pendukung, JIS masih menyimpan perjalanan panjang sebelum akhirnya memiliki citra sebagai stadion cembung yang agung.
Disepakati menjadi markas bagi klub Persija Jakarta saat era Gubernur Pramono Anung , embrio stadion JIS yang saat ini dikelola oleh Jakarta Propertindo justru telah berproses sejak lama.
Pertama kali diresmikan oleh Anies Baswedan saat menjabat Gubernur Jakarta, proses perencanaan dan pembuatan JIS telah berlangsung jauh sebelumnya.
Dimulai dari pembongkaran stadion Menteng oleh Gubernur Sutiyoso pada Juli 2006, markas klub sepakbola yang dijuluki Macan Kemayoran ini pindah ke Lebak Bulus.
Baca Juga: Momen Kebersamaan Gong Yoo dan Shin Min Ah, Visual Memikat Bak Serbuk Berlian!
Dua tahun Macan Kemayoran bersarang, di masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo stadion Lebak Bulus justru disulap menjadi Depo Mode Raya Terpadu atau MRT.
Sebagai gantinya, Gubernur yang akrab disapa Bang Foke menyiapkan stadion baru bagi klub Persija di kawasan Sunter dengan nama Bersih Manusiawi Wibawa atau BMW.
Sejak tanggal 24 Agustus hingga 8 Oktober 2008, Foke memulai penyiapan lahan dengan merombak taman dan memindahkan sejumlah warga.
Akibat adanya perseteruan dengan kalangan swasta, proses pembebasan lahan mengalami penundaan hingga masa jabatan Foke akhirnya berakhir.
Baca Juga: Nonton Pertunjukan Air Mancur Menari di Taman Mini Indonesia Indah Bayar Berapa?
Meski transisi kepemimpinan Gubernur Jakarta dari Foke ke Ahok hingga Jokowi telah silih berganti, Macan Kemayoran yang sudah ada sejak tahun 1928 dipaksa terus berkelana.
Lahir untuk melawan dominasi klub sepakbola saat masa kolonial Belanda, embrio markas bagi pemilik klub Voetbalbond Indonesia Jacatra atau VIJ ini mulai terjadi di era Gubernur Djarot.
Meski memimpin kurang dari satu semester, Gubernur Djarot di akhir masa kepemimpinan berhasil meletakkan batu pertama di stadion BMW.
Pada 2019, Anies Baswedan yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta berjanji akan menyelesaikan stadion BMW pada bulan April 2022.
Kendati sempat tertunda, pada 24 Juli 2022 Gubernur Anies Baswedan berhasil meresmikan stadion BMW yang diganti menjadi Jakarta International Stadium atau JIS.
Hari ini, hamparan rumput bermotif yang membentang di JIS telah menjadi saksi bagaimana daya juang klub Persija saat menghadapi Malut United. ***

Share this article
Laga Persija vs Malut United di JIS berakhir 1-1, stadion bersejarah ini jadi saksi tekad membaja kedua tim dan perjalanan panjang Persija.