AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah tiga langkah Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan target cakupan air bersih 100 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama PAM Jaya melakukan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pelayanan air bersih di ibu kota.
Dikutip dari akun Instagram @beritajakarta, saat ini air bersih di Jakarta sudah mencapai 74,24 persen.
Nantinya pada akhir tahun 2025 akan ditargetkan mencapai 80 persen.
Baca Juga: Hasil Pengumuman Posisi PMO Kemenkop Hari Ini, Pendaftaran Asisten Bisnis Diperpanjang Ini Linknya!
Lantas apa saja langkah yang kini telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk pelayanan air bersih?
Berikut ulasannya:
1. Meresmikan instalasi pengolahan air (IPA) Pesanggrahan
IPA Pesanggrahan memiliki kapasitas produksi sebesar 750 liter per detik.
Sumber air ini berasal dari Sungai Pesanggrahan.
Baca Juga: POCO Bikin HP Harga Rp1 Jutaan, Dibandingkan Samsung Galaxy A07 Lebih Worth It Mana?
Kapasitas IPA Pesanggrahan ini dirancang untuk melayani hingga 45 ribu sambungan rumah di 10 kelurahan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Wilayah tersebut meliputi Srengseng, Cipulir, Pesanggrahan, Bintaro, Petukangan Utara, Petukangan Selatan, Ulujami, Meruya Utara, Meruya Selatan dan Joglo.
2. Aplikasi LAPOR PAM
Pemprov DKI juga meluncurkan aplikasi bernama LAPOR PAM.
Aplikasi ini bisa digunakan masyarakat mengakses berbagai layanan dalam satu genggaman.
Dengan aplikasi LAPOR PAM ini, masyarakat bisa melakukan pelaporan gangguan, pemantauan tagihan hingga informasi real time.
Aplikasi ini terkoneksi dengan aplikasi JAKI.
3. Mobil Laboratorium PAM Jaya (PAM LAB)
Bersama PAM Jaya, Pemprov DKI menyediakan dua unit mobil lab.
Mobil lab ini dapat melakukan pengujian kualitas air yang aman dan sesuai dengan standar kesehatan bagi masyarakat.
Hal ini tentunya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. ***