Metropolitan

Lindungi Kesehatan Warga, DLH DKI Jakarta Komitmen Hapus Merkuri Bertahap, Kenapa Penting?

Oleh: Desi Kris Minggu 02 Nov 2025, 11:24 WIB
Ilustrasi. Kandung Merkuri dalam Alat Kesehatan (Sumber: Generative AI)

AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berkomitmen untuk mengurangi dan hapus penggunaan merkuri.

Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat dan sesuai dengan Pergub DKI Jakarta No. 27 Tahun 2024.

Rencana Aksi Daerah Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAD-PPM) 2024-2030 dan sudah ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta sebagai tindak lanjut Perpres No. 21 Tahun 2019 tentang RAN-PPM.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Gerak Cepat Perbaiki Tanggul Roboh dan Longsor Demi Keamanan Warga

Lantas kenapa merkuri penting untuk dikurangi dan dihapus?

Dikutip dari akun Instagram @dinaslhdki, merkuri merupakan bahan kimia yang berbahaya.

Biasanya merkuri digunakan di industri dan alat kesehatan.

Paparan merkuri ini bisa merusak kesehatan terutama saraf, paru-paru, serta mencemari air dan udara.

Baca Juga: Deretan Warisan Pesan Bijak Marojahan Sintong Sijabat yang Akan Selalu Diingat Jerome Polin Seumur Hidup

Sebagai informasi, potensi merkuri masih ada dari bidang manufaktur yakni industri yang menggunakan boiler batu bara, dan bisang kesehatan melalui alat kesehatan bermekuri pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Oleh sebab itu, dua bidang tersebut menjadi priotitas utama RAD-PPM.

DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi merkuri sebesar 50 persen pada 2030.

Strategi Pelaksanaan Sektor Manufaktur untuk melakukan hal ini adalah:

- Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Target 2027, Rano Karno Bagikan Strategi Kota DKI Jakarta Jadi Kota Sinema Bak BFF dan Cannes

- Komitmen dunia usaha untuk mengurangi emisi.

- Peningkatamn kapasitas sumber daya manusia industri.

- Penegakan hukum terhadap pelanggaran.

Strategi Pelaksanaan Sektor Kesehatan yang dilakukan:

Tiga jenis alat kesehatan yang menjadi prioritas penghapusan merkuri adalah termometer, dental amalgam, dan sfigmomanometer.

Tahapan penghapusan dilakukan 25 persen pada 2024 dan 100 persen pada 2025.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Mengalami Daddy Issue dan Cara Mengatasinya

- Penghapusan alat bermerkuri di fasilitas kesehatan.

- Edukasi dan pelibatan tenaga medis.

- Optimalisasi data dan pelaporan.

- Koordinasi lintas sektor serta penguatan komitmen pemerintah.

Progres RAD-PPM ini juga bisa dipantau melalui motivasimerkuri.menlhk.go.id.

Melalui laman tersebut, masyarakat bisa mengetahui mulai dari data pemantauan, evaluasi, dan progres pengurangan serta penghapusan merkuri dari seluruh daerah Indonesia. ***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris