AYOJAKARTA.COM - Rasa duka masih menganga di hati Jerome Polin setelah sang ayah tercinta yang Bernama Marojahan Sintong Sijabat meninggal dunia pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Semasa hidupnya, Marojahan Sintong Sijabat berprofesi sebagai pendeta. Ada banyak pesan bijak yang disampaikan oleh ayah Jerome Polin itu saat sedang khutbah di Gereja.
Kini pesan bijak Marojahan akan menjadi warisan iman yang tak terlupakan bagi Jerome dan keluarganya. Deretan pesan bijak pria yang wafat di usia 58 tahun itu dihimpun oleh akun Instagram @pesanfirmanharian menjadi sebuah video. Berikut isi pesan tersebut.
Baca Juga: Marojahan Sintong Sijabat Wafat di Usia 58 Tahun, Duka Jerome Polin Pecah: Kenapa Harus Secepat Ini
1. Jangan buat hamba Tuhan menjadi begitu tinggi dan Tuhan begitu rendah. Aku ini hanya hamba, semua hamba Tuhan itu hamba. Jangan pernah angkat terlalu tinggi sampai dia merasa begitu hebat dari pencipta dan Tuhannya.
2. Kepada Jesse, Jehian, dan Jerome, papamu lawanmu. Kau kalua macam-macam, kenapa? Lebih baik kau miskin daripada kau kehilangan Tuhan, kehilangan Sorga.
3. Kalau orang cari uang di Gereja itu salah tempat! Beri uang benar, cari uang salah. Hatinya harus datang dengan kalimat 'Oh Tuhan anugerahMu terlalu ajaib maka sekarang kulayani engkau dengan apa yang ada padaku'.
4. Karena itu saya berkata kepada teman-temanku yang Kau diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati kondisi kaya raya. Jangan sombong dengan kekayaanmu. Kalau ada pendeta targetnya uang, udahlah jangan undang orang itu. Kemudian nasehati dia untuk bertobat saja, Kembali pada bisnismu aja. Setiap orang dipercayai Tuhan, berkatnya sendiri-sendiri. Lalu, perlu sombong? Perlu rendah diri?
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Mengalami Daddy Issue dan Cara Mengatasinya
5. Kenapa kau khawatir? khawatir artinya adalah Tuhan, Kau kerepotan ngurusin burung pipit dan kau lupa sama aku, gitu kah?
6. Kalau pendeta berkata Dia dahulu sekarang dan selama-lamanya sama bukan berarti Dia diam saja. Sama yang dimaksud adalah Dia Allah yang terus dapat diandalkan olehmu. Dalam penderitaanmu kau boleh berteriak kepadanya. Dalam kesuksesanmu kau boleh berkata Terpujilah Tuhan!
7. Aku berjuang terbatas, tapi aku menyerahkan kepada Allah yang tidak terbatas kekuatannya. Dan kau boleh berkata, aku merendahkan diri Tuhan. Dan percaya keterbatasanku, di dalam Allah yang tidak terbatas bisa mengubah satu, dua, tiga menjadi melebihi apa yang dapat kupikirkan dan doakan.
8. Satu lagu yang paling membuat saya senang adalah 'Dia mengerti Bahasa tetesan air mata. Waktu badai mengamuk dan gelombang menerpa, Tuhan Yesus setia'. Saya kalau lagi di ruang jenazah saya sengaja bawa gitar untuk nyanyikan lagu ini.
Baca Juga: Dari Batu Bara Jadi Gas Masak, Begini Proses Canggih Produksi DME
Melalui khutbah yang disampaikannya, Marojahan Sintong Sijabat ingin menyampaikan soal jangan meninggikan manusia melebihi Tuhan, karena semua hanyalah hamba yang bergantung pada-Nya.
Pelayanan dan hidup harus dijalani dengan ketulusan, bukan ambisi atau kesombongan. Dalam kesulitan maupun keberhasilan, tetaplah mengandalkan Tuhan yang selalu setia dan tidak berubah.
Meski kita terbatas, Tuhan mampu melakukan jauh lebih besar dari yang kita pikirkan dan pahami. Rest in peace ayah Jerome Polin!***

Share this article
Jangan tinggikan manusia melebihi Tuhan. Hidupi iman dengan tulus, bukan mencari keuntungan atau kesombongan. Dalam suka duka, andalkan Tuhan yang setia. Keterbatasan kita disempurnakan oleh kuasa-Nya